RUMAH KOSONG
Rumah itu sepi, tak ada tanda-tanda keramaian yang terdengar dari bangunan yang terletak disamping pohon sawo itu, pintunya tertutup, jendela terkatup rapat, bahkan gorden sedikit pun tak tersingkap, rumah itu terletak sekitar belasan meter dari jalan dan agak sedikit jauh dari rumah penduduk lainnya, hanya ada 2 sampai 3 runah yang agak dekat. Rumah yang katanya milik Pak Danu itu seperti rumah kosong yang tak berpenghuni, hampir setiap hari tak ada suara yang terdengar dari dalam rumah itu semenjak ditinggal mati istrinya Pak Danu jarang kelihatan, hal ini membuat warga khawatir apakah Pak Danu sedang sakit atau Pak Danu tak tinggal dirumah itu lagi? Pertanyaan itu terus menghantui pikiran warga, tapi warga tak berani untuk memasuki rumah itu,”mungkin Pak Danu sudah pindah” kata salah seorang warga yang bernama Eko saat beberapa warga sedang ngumpul-ngumpul di posko,”aku terakhir kalinya melihat Pak Danu sedang menimba air di sumur”sanggah warga lainnya yang juga sedang ngumpul,”paling dia sedang menenangkan diri, karena beberapa hari lalu istrinya meninggal” sergah warga yang lain, mereka pun terus membicarakan tentang rumah itu, tapi mereka tak pernah berencana untuk masuk kedalam rumah itu.
Hari terus berlalu, rumah itu masih belum ada jejak-jejak suara, hari ini hari ke-17 dari meninggalnya istri Pak Danu, namun Pak Danu masih belum kelihatan keluar, kekhawatiran warga menjadi kecurigaan kepada Pak Danu, karena sejak hari-hari itu juga banyak warga yang merasa kehilangan uang, emas dll, mereka merasa kehilangan itu adalah ulah tuyul, dan mereka menyangka tuyul itu adalah peliharaan Pak Danu,”tadi malam uangku hilang” komentar seorang warga ketika mereka membicarakan tentang kehadiran tuyul yang akhir-akhir ini meresahkan warga,”kemarin malam emasku juga hilang” tanggap warga lainnya,”jangan-jangan tuyul itu adalah peliharaan Pak Danu” ungkap lainnya,”mungkin juga, karena akhir-akhir ini jarang kelihatan” ungkap lainnya lagi,”bagaimana kalau kita dobrak saja rumah itu, agar kita tidak selalu khawatir dan curiga” salah seorang warga memberikan usul,”benar agar kita tahu Pak Danu masih ada dirumahnya atau sudah pindah” sergah lainnya. Kemudian mereka mendatangi rumah RT untuk meminta izin memasuki rumah Pak Danu itu,”bagaimana pak RT kami sudah penasaran dengan keadaan rumah itu” ucap seorang warga saat tiba dirumah RT,”iya pak RT , karena kami setiap malam pasti ada warga yang kehilangan, jangan-jangan Pak Danu itu yang memelihara tuyul itu” kata warga lainnya,”saya rasa jangan dulu mungkin dia sedang menenangkan diri setelah ditinggal mati oleh istrinya”jawab pak RT,”tapi pak RT kami sudah merasa resah” bantah warga,”sabar, kita tunggu 3 hari lagi kalu kejadian itu masih terjadi maka kita sama-sama masuk kerumah itu dan sekarang kalian pulang kerumah masing-nasing”perintah pak RT memberi janji, warga pun pulang dengan membawa tangan hampa, tapi mereka masih ingin mengetahui apa misteri yang ada dibalik rumah itu dan mereka harus menunggu 3 hari lagi.
3 hari pun berlalu warga pun tak sabar untuk mengetahui dibalik rumah itu, warga pun segera mendatangi pak RT,”ayo pak RT, kita segera dobrak rumah itu” teriak seorang warga di depan rumah pak RT,”iya pak RT, ayo” warga lain pun ikut teriak seolah mereka sedang mendemo,pak RT pun keluar dari rumahnya”tunggu apa kalian masih ada yang kehilangan?” Tanya pak RT,”kemarin malam saya kehilangan uang pak, padahal saya tidak tidur semalam untuk menjaganya, tapi masih saja hilang, apakah itu bukan tuyul?”tantang seorang warga kepada pak RT,”kalau begitu baik, ayo kita bersama-sama masuk kerumah itu”tegas pak RT. Kemudian warga bersama pak RT berjalan menuju rumah Pak Danu itu, warga sudah menyiapkan alat-alat seperti linggis, tongkat dan semacamnya, awalnya mereka tidak langsung mendobrak tapi mengetuk pintu dulu, di tunggu beberapa detik masih tak ada jawaban, merekan pun mendobrak rumah itu dengan alat yang dibawanya, alhasil mereka bisa membuka pintu itu dan mereka tidak menemukan apa-apa kecuali hanya perabot rumah saja dan ketika mereka memasuki kamar Pak Danu mereka terkejut karena Pak Danu sudah meninggal dunia menyusul istrinya dalam keadaan bersujud diatas sajadah,”innalillahiwainnailaihi roji’un”ucap warga yang melihat kejadian itu,”masyaAllah, ternyata kita sudah buruk sangka terhadap orang baik-baik” ucap pak RT. Mereka pun segera mengurusi jenazah Pak Danu hingga di kebumikan, dan ternyata setelah diselidiki yang memelihara tuyul itu adalah seorang warga yang pertama kali mengatakan kalau Pak Danu yang memelihara tuyul itu. Astaghfirullah………..
Annuqayah Latee, 16-Desember-2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar