Selasa, 27 September 2011

Cerpen


RUMAH KOSONG
Rumah itu sepi, tak ada tanda-tanda keramaian yang terdengar dari bangunan yang terletak disamping pohon sawo itu, pintunya tertutup, jendela terkatup rapat, bahkan gorden sedikit pun tak tersingkap, rumah itu terletak sekitar belasan meter dari jalan dan agak sedikit jauh dari rumah penduduk lainnya, hanya ada 2 sampai 3 runah yang agak dekat. Rumah yang katanya milik Pak Danu itu seperti rumah kosong yang tak berpenghuni, hampir setiap hari tak ada suara yang terdengar dari dalam rumah itu semenjak ditinggal mati istrinya Pak Danu jarang kelihatan, hal ini membuat warga khawatir apakah Pak Danu sedang sakit atau Pak Danu tak tinggal dirumah itu lagi? Pertanyaan itu terus menghantui pikiran warga, tapi warga tak berani untuk memasuki rumah itu,”mungkin Pak Danu sudah pindah” kata salah seorang warga yang bernama Eko saat beberapa warga sedang ngumpul-ngumpul di posko,”aku terakhir kalinya melihat Pak Danu sedang menimba air di sumur”sanggah warga lainnya yang juga sedang ngumpul,”paling dia sedang menenangkan diri, karena beberapa hari lalu istrinya meninggal” sergah warga yang lain, mereka pun terus membicarakan tentang rumah itu, tapi mereka tak pernah berencana untuk masuk kedalam rumah itu.
Hari terus berlalu, rumah itu masih belum ada jejak-jejak suara, hari ini hari ke-17 dari meninggalnya istri Pak Danu, namun Pak Danu masih belum kelihatan keluar, kekhawatiran warga menjadi kecurigaan kepada Pak Danu, karena sejak hari-hari itu juga banyak warga yang merasa kehilangan uang, emas dll, mereka merasa kehilangan itu adalah ulah tuyul, dan mereka menyangka tuyul itu adalah peliharaan Pak Danu,”tadi malam uangku hilang” komentar seorang warga ketika mereka membicarakan tentang kehadiran tuyul yang  akhir-akhir ini meresahkan warga,”kemarin malam emasku juga hilang” tanggap warga lainnya,”jangan-jangan tuyul itu adalah peliharaan Pak Danu” ungkap lainnya,”mungkin juga, karena akhir-akhir ini jarang kelihatan” ungkap lainnya lagi,”bagaimana kalau kita dobrak saja rumah itu, agar kita tidak selalu khawatir dan curiga” salah seorang warga memberikan usul,”benar agar kita tahu Pak Danu masih ada dirumahnya atau sudah pindah” sergah lainnya. Kemudian mereka mendatangi rumah RT untuk meminta izin memasuki rumah Pak Danu itu,”bagaimana pak RT kami sudah penasaran dengan keadaan rumah itu” ucap seorang warga saat tiba dirumah RT,”iya pak RT , karena kami setiap malam pasti ada warga yang kehilangan, jangan-jangan Pak Danu itu yang memelihara tuyul itu” kata warga lainnya,”saya rasa jangan dulu mungkin dia sedang menenangkan diri setelah ditinggal mati oleh istrinya”jawab pak RT,”tapi pak RT kami sudah merasa resah” bantah warga,”sabar, kita tunggu 3 hari lagi kalu kejadian itu masih terjadi maka kita sama-sama masuk kerumah itu dan sekarang kalian pulang kerumah masing-nasing”perintah pak RT memberi janji, warga pun pulang dengan membawa tangan hampa, tapi mereka masih ingin mengetahui apa misteri yang ada dibalik rumah itu dan mereka harus menunggu 3 hari lagi.
3 hari pun berlalu warga pun tak sabar untuk mengetahui dibalik rumah itu, warga pun segera mendatangi pak RT,”ayo pak RT, kita segera dobrak rumah itu” teriak seorang warga di depan rumah pak RT,”iya pak RT, ayo” warga lain pun ikut teriak seolah mereka sedang mendemo,pak RT pun keluar dari rumahnya”tunggu apa kalian masih ada yang kehilangan?” Tanya pak RT,”kemarin malam saya kehilangan uang pak, padahal saya tidak tidur semalam untuk menjaganya, tapi masih saja hilang, apakah itu bukan tuyul?”tantang seorang warga kepada pak RT,”kalau begitu baik, ayo kita bersama-sama masuk kerumah itu”tegas pak RT. Kemudian warga bersama pak RT berjalan menuju rumah Pak Danu itu, warga sudah menyiapkan alat-alat seperti linggis, tongkat dan semacamnya, awalnya mereka tidak langsung mendobrak tapi mengetuk pintu dulu, di tunggu beberapa detik masih tak ada jawaban, merekan pun mendobrak rumah itu dengan alat yang dibawanya, alhasil mereka bisa membuka pintu itu dan mereka tidak menemukan apa-apa kecuali hanya perabot rumah saja dan ketika mereka memasuki kamar Pak Danu mereka terkejut karena Pak Danu sudah meninggal dunia menyusul istrinya dalam keadaan bersujud diatas sajadah,”innalillahiwainnailaihi roji’un”ucap warga yang melihat kejadian itu,”masyaAllah, ternyata kita sudah buruk sangka terhadap orang baik-baik” ucap pak RT. Mereka pun segera mengurusi jenazah Pak Danu hingga di kebumikan, dan ternyata setelah diselidiki yang memelihara tuyul itu adalah seorang warga yang pertama kali mengatakan kalau Pak Danu yang memelihara tuyul itu. Astaghfirullah………..

Annuqayah Latee, 16-Desember-2010

puisi


NYANYIAN NESTAPA
(tragedi malinkundang)

Awalnya hanya seonggok daging
Dengan tubuh yang mengikatnya
Hidup bersama perempuan berwajah jompo
Gubuk reyot dan alas berduri yang menampungnya
“mak, biarkan daku mencari sebatang nasi suap”
Ia pun berlari melintasi bentangan samudera
1 hari, 2 hari
1 minggu, 2 minggu
1 bulan, 2 bulan
1 tahun, 2 tahun
Ia telah menjadi pasak harta
Dengan perempuan mata anjing yang menemaninya
Dan pulang laksana bahtera nuh
Perempuan berwajah jompo
Menunggunya di pelupuk pantai
Namun, ia bersandiwara tak mengenalnya
Hanya karena perempuan mata anjing di sampingnya
Perempuan jompo menuai keadilah dari tuhan…
Tiba-tiba kakinya terasa dingin batu
Ingin bergerak, namun batu telah menguasainya
“ibu... Maafkan daku....”
Terlambat, kutukan telah menghampirinya

                                    Madura, 26 September 2011

 
TARIAN KOTA PADANG
(refleksi gempa)

Anginmu berbisik
Bersahut-sahut bagai lempengan kaca
Tangannya mengoyak tiang langit
Kakinya berderap pasak bumi
Dan hujan yang tak pernah mati

Padang menari…
Bumi berdenyut nadi
Pohon-pohon berirama tasbih
Hingga tangisan menjadi bingkai, hingga!!
Rumah-rumah berdendang kematian

Padang menari…
Karena alam kontroversi
Manusia, rumah, pohon
Menjadi bangkai berserakan
Bagai taburahn permadani
Berselimut darah sengsara

Padang menari…
Mengapa..??
COBAAN ataukah BENCANA..??

                                                Madura, 25 september 2011

 
RINDU KAMU,MA

Ma,
Gubuk senja itu telah tiba
Di belantara bayang-bayang waktu
Saat kau bangun sebagai pencakar langit
Dan kau letakkan di bawah 3 sayap

Tapi Ma,
Mengapa kau terbang
Bersama cengkerama lazuardi
Meninggalkan sayap-sayap itu
Ditepi-tepi daun rampai
Hingga sayap-sayap itu menangis
Dalam gusaran gugur daun

                        08 Desember 2010

 
BUKIT RINDU

Kau tahu bukit itu
Bukit yang menyimpan senyum
Di balik semak-semak bibirmu,
Ku coba merayapi bukit itu
Berharap cahaya suram
Mengantarku ke lembah
Menuju semak kanvas
Tentang dirimu

            06 Desember 2010

 
SUARA RINDU

Ada suara yang memanggilmu
Dibalik lipatan bantal
Yang hadir dalam mimpi sepiku
Membuatku harus merayap
Disela-sela angin dinding
Meski tubuhku telah mati
Di terpa angina syakal
Namun, ku tetap memanggilmu

                        07 Desember 2010

 
SELENSA KATA
   - Kakak.1

Shel, akan kau jadikan apa bulan itu
Tiada hari,
Kau menghiasinya di pekat senja
Bagai taburan pasir dalam langit
Meski kadang bulan itu tanpa cahaya
Kau isi cahaya itu dengan desah apimu

Shel, engkau akan kemana
Apakah engkau akan pergi ke langit merah
Membiarkan cahaya itu redup
Jangan Shel, bulan itu masihmerindukan cahaya
Yang kau berikan lewat kata

                        17 Januari 2011

SELENSA KATA
-         Kakak.2

Mei, jangan menangis
Hanya karena ujung tak bertepi
Lantas itulah cambuk
Agar dunia tak lagi hitam
Oleh gelagap malaikat api

                        17 Januari 2011

KEPADA APA

Kepada apa
Harus ku tumpahkan rasa ini
Saat kau pecahkan dengan suaramu
Yang menanti oretan langit
Saat senja mengukirnya

Kepada apa
Serpihan ilalang
Akan ku jeratkan
Bersama syakal angin

Kepada apa
Taburan kata
Akan ku teteskan dengan pena
Karena bisikan badai
Telah menghempasnya
Bersama lukisan awan

Lalu…..
Kepada apa lagi
Batu itu ku terbangkan

                        01 Desember 2010



Senin, 26 September 2011

Artikel


Antara Cinta Dan Kehidupan
            Bila kita membahas masalah cinta yang akan kita temui adalah sebuah pedebatan dan diskusi panjang yang tidak ada habis-habisnya, membicarakan masalah cinta sama halnya dengan membicaraka rasa sakit, lapar, dan suka duka kehidupan, kalau yang kita harap dalah jawaban dari “apakah cinta itu?”.persoalan cinta adalah persoalan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia, ia sangat dekat dengan kehidupan bahakan ia adalah kehidupan itu sendiri, jika di bahas dengan perspektif psikologi cinta jadi kaku kalau di perbincangkan dengan orang yang mengalaminya, ia menjadi persoalan yang sangat menarik, tetapi terkadang penuh rasa emosional. Anehnya, walaupun pesoalan cinta adalah persoalan yang sangat populer tiba-tiba ia menjadi masalah yang rumit jika di perdebatkan, cinta seperti setumpuk benang kusut yang nyaris tak bisa di urai, sangat ruwet dan jelimet apalagi jika di bahas dalam sebuah tulisan.
            Didalam buku-buku khususnya karya sastra, cinta di kemas dalam bentuk yang beragam. Dalam tradisi sastra Arab terdapat ghazal atau puisi cinta, juga madah yang berisi sanjungan terhadap seseorang, sastrawan terdahulu mengekspresikannya dalam berbagai genre, seperti kitab asmara ‘kama sutra’ dan di dalam khazanah sastra Inggris kita mengenal novel-novel romance atau nyanyian madrigal. Tetapi, harus kita akui dalam hal mengekspresikan cinta bangsa Arab-lah jagonya, mereka dapat memotret cinta kasih dengan kamera ber pixel tinggi bernama ketajaman mata batin dan kepekaan tinggi selera kebahasaan, sehingga lahirlah karya sastra berkualitas “supramemetis” seperti kisah klasik “:Laila Majnun” dan ”Kisah 1001 Malam”. Di Indonesia banyak kita jumpai karya-karya sastra klasik yang pada umumnya juga mengangkat tema cinta walaupun di bungkus dengan kisah yang tragis seperti “Siti Nurbaya” dan “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”.
            Menjelang abad ke-19, muncullah aliran romantisisme yang berkembang di Jerman, Inggris dan Prancis, para pengarangnya sangat idealis, mereka memandang dunia sejati sebagai dunia imajiner, kaum romantik akan melihat dunia mereka dari perspektif sebuah dunia yang maha sempurna, segala sesuatu yang ada di dalamnya berada dalam kesatuan yang seimbang dan harmonis seperti surga.
            Dalam islam manusia sebagai makhluk yang ‘hubbusy syahawaat’ yang mencintai sesama, mencintai anak-anaknya, panorama alam, musik dst. Cinta tidak pernah di larang oleh agama karena ia bersifat naluriah, instinktif dan alami. Akan tetapi, meskipun kita menyebut “cinta” untuk mewakili perasaan kita sebagai manusia seperti rasa suka, simpati, senang, iba dan juga kasihan. Cinta tetaplah selalu lahir dan muncul pengertian yang berbeda-beda, sebagaimana kutipan puisi Ach. Zainullah Syamsuri yang berjudul APA ITU CINTA?
Cerita ceria, setiap saat selalu indah rasanya
Menunda kemaksiatan, mengetahui dan mengerti
Tentang dia
Bukan awal untuk berpisah

            Namun, perlu kita garis bawahi ada sebagian hati yang tidak mengenal cinta, yakni hati yang keras seperti batu atau mungkin lebih keras, dan biasanya hati ini di miliki oleh penguasa yang lalim, pembunuh, penipu, pecundang dan mereka yang suka membantai. Yang mereka lakukan hanyalah menyakiti, merusak, menyayat perasaan orang lain sehingga menimbulkan keresahan, kesedihan dan ancaman. Mereka mengubah kehidupan menjadi rasa yang begitu pahit, karena mereka terbiasa hidup keras, permusuhan, persengketaan dan kebiadaban. Mereka bisa saja tampil dengan wajah yang begitu manis dan menawan, tetapi yang tersimpan dalam hati mereka adalah kekejian dan tipu muslihat, mereka menawarkan ide yang begitu sempurna akan tetapi dibaliknya penuh dengan makar, mereka bak api dalam sekam. Orang seperti inilah yang tidak memiliki cinta didalam hatinya, rasa iri, dengki, dendam dan permusuhan merupakan hal yang setia menemani kehidupan mereka, mereka ibarat orang yang mencuci pakaian bau dan apek lalu mereka mencucinya dengan air kencing, berharap rasa bau itu hilang malahan rasa bau yang semakin bertambah.
            Cinta yang sejati tidak akan dimiliki seseorang kecuali mereka yang telah memilki kematangan jiwa, sebab cinta itu sendiri mampu memberika pandangan secara global, pemahaman yang mendalam serta perasaan yang sempurna. Menurut Al-Ghazali “cinta laksana sebatang kayu yang baik, akarnya tetap di bumi dan cabangnya di langit. Getaran jiwa dan reaksi fisikal, seperti berkeringat atau gemetar atau menangis adalah akibat dari cinta, seperti asap yang merupakan akibat dari api dan buah bagi yang di akibatkan oleh pohon”, sayangnya cinta lebih kompleks dari pada api atau pohon, sebab kedua hal ini adalah dua benda yang kasat mata. Apakah api dan pohon? Memang sangat sulit untuk menjawabnya, akan tetapi mata telanjang mampu menunjuk bahwa api adalah seperti ini dan pohon adalah seperti itu.


PACARAN ISLAMI, ADAKAH?!!
            Istilah “pacaran” sudah tidak asing lagi kita dengar, karena ia sudah berkelut dalam kehidupan kita. Pacaran di timbulkan karena muncul rasa cinta dari seorang insan kepada lawan jenisnya, karena cinta bisa datang dari segala arah, lau berlebur menjadi satu dan membentuk singgasana dalam hati, dan ketika kita mendengar kata pacaran, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah hal-hal yang tabu, jorok, hot dan lain-lain. Padahal kita sendiri belum mengenal lebih jauh apa arti pacaran itu..??, ilegal ataukah tidak..??, apakah dalam islam ada konsep pacaran..?? dan mungkin banyak pertanyaan-pertanyaan lain seputar pacaran.
            Dalam islam, pacaran sebenarnya bukan hal yang tabu. Ketika sahabat Mughirah bin Syu’bah menghadap Rasulullah SAW, dan memberitahukan bahwa dirinya akan menikahi seorang wanita Anshor, lalu nabi bertanya,” apakah engkau sudah melihatnya..??” Mughirah menjawab, “belum”, kemudian Rasulullah SAW bersabda,”lihatlah wanita yang hendak kau nikahi. Sesungguhnya melihat wanita yang akan di nikahi adalah hakmu”. Dari hadits di atas dapat di tarik benang merah, bahwa pacaran dalam islam mempunyai legalitas. Artinya pacaran itu hukumnya sah-sah saja apabila kita hendak membangun mahligai rumah tangga dan pacaran kita jadikan media Ta’aruf (perkenalan) agar kita bisa saling mengenal karakter masing-masing, islam memperkenalkan konsep khitbah (meminang) sebagai realisasi dari hukum di atas.
            Apacaran yang di perbolehkan dalam islam adalah dengan berbincang-bincang, duduk bersama, tanpa adanya sentuhan ataupun rabaan yang bisa membangkitkan nafsu seksual. Jika masih belum cukup, maka pihak lelaki di perbolehkan melihat berulang kali, tapi tetap pada batasan wajah dan kedua tangan saja, hal ini di maksud agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Dengan etika melihat raut muka, sudah cukup untuk menilai paras, sifat dan karakter pasangannya, sedangkan untuk melihat kesegaran, kehangatan dan kepadatan isinya cukup melihat kedua tangannya. Apabila seseorang mencintai pasangannya bukan karena landasan cinta, tetapi karena nafsu maka akan cenderung memperlakukan pasangannya ke arah fisik. Setiap bertemu inginnya mencium dan dicium, memeluk dan dipeluk dan lebih parah lagi kalau sampai melakukan hubungan SEX. Melihat dari kasus ini, maka pacaran yang karena nafsulah yang dilarang dalam agama islam, karena cinta yang wajar si cewek tak harus menyerahkan dirinya, dan si cowok tak harus memburu si cewek hanya untuk memuaskan nafsunya, kedua belah pihak harus saking menghargai dan menyayangi. Jangankan hubungan SEX, kita melihat saja dengan nafsu itu sudah dosa, apalagi sampai memegang tangan, mencium, memeluk lebih-lebih sampai berhubungan SEX. Naudzubilla Tsumma Naudzubillah.
            Dalam islam di jelaskan bahwa cinta itu suci dari Allah SWT semata, apabila kita mencintai sesuatu karena Allah SWT berarti melepaskan diri dari batasan-batasan eksternal dan internal yang telah mengkontraminasi fitrahnya, karena Allah SWT hanya menawarkan alternative bukan membatasi. Ternyata pacaran dalam islam di perbolehkan asal tidak menyimpang dari ajaran-ajaran islam (pacaran islami), kitalah yang belum mengamalkan pacaran islami itu, yang kita lakukan hanyalah pacaran yang menuruti hawa nafsu. Astaghfirullah!!.