Rabu, 02 November 2011

Cerpen


ALIRAN TELAGA RINDU
            Liburan pesantren yang kunantikan telah tiba, pulau Gili yang ku impikan telah tampak didepan mata, aku merasa berada di antara belantara angin kebahagiaan, ku pun harus lintasi lautan yang terbentang di bawah langit dengan ikan-ikan yang selalu setia menemaninya, ku tatap laut yang penuh kedamaian dan cinta, menggambarkan suasana hatiku saat ini, langit menatapku penuh senyum saat ku pandang wajah pulau yang penuh tetumbuhan hijau yang menyelimuti sejuknya pulau itu.
             Aku duduk di emperan rumah setelah menyalami orang tua, tetangga dan guru-guruku, pikiranku melayang entah apa yang ku pikirkan sekarang, tiba-tiba ku ingat Laila kekasihku, ah mengapa ku baru ingat sekarang padahal dari pondok ku pengen banget ketemu dia, aku segera mengambil HP di kamarku dan segera mengirim SMS kepadanya,
De’ masih ingatkah sama aku, ku sangat merindukan ade’
Ku tekan tombol OK dan pesan pun terkirim, beberapa saat kemudian HPku berbunyi tanda ada pesan balasan dari kekasihku,
Ku tak akan pernah lupa sama kakak, ku juga sangat merindukan kakak
Alhamdulillah, ternyata kekasih yang sangat aku cintai tidak berpaling dari aku, ku tekan tombol keypad untuk membalasnya,
Syukurlah, ku kira sudah lupa ma aku, de’ gimana kabar kamu?
Kutekan lagi tombol OK, pesan pun terkirim, ku tinggalkan HPku sebentar untuk membeli minuman di warung depan rumahku, setelah ku kembali ternyata HPku muncul tulisan 1 pesan diterima, ku buka SMS itu,
Alhamdulillah kabarku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Kakak nggak selingkuh kan?
Ku tersenyum-senyum di depan layar HP, ku pun membalasnya,
Ku juga baik-baik saja, ya nggak lah dek di pesantren mau selingkuh sama siapa, ade’ sendiri nggak kan?
Tombol OK pun kutekan, pesan terkirim, ku teguk minuman yang ada di sampingku, huh..lega rasanya tenggorokanku, lagi-lagi HPku berbunyi tanda pesan, segera ku buka
 SMS di layar HPku,
Selama kakak setia sama aku, ku kan setia sama kakak
Ketika ku akan membalas SMS itu, tiba-tiba suara adzan Ashar berkumandang, ku pun segera membalas
De’, sudah dulu ya, ku mau shalat
 Ku cepat-cepat menekan tombol OK setelah pesan terkirim aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu’ dan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.                                                                 ***
            Malam penuh dengan bintang-bintang yang mencekam langit, mencakar dunia, hingga bumi terasa berada didalam buaian sabda angin, nyanyian jangkrik yang mengiringi indahnya panorama malam mengalun syahdu bersama desiran angin malam yang menuai lagu-lagu rindu dengan sajaknya. Aku pun ikut menikmati karunia tuhan yang diperlihatkan dalam keheningan malam,”ya…Tuhan sungguh besar ciptaan-Mu”,desahku.
            Ku ambil HP yang sedang dalam keadaan mencharger, ku pun meng-SMS Laila,
Hay sayang, lagi ngapain nih?
Tombol OK pun ku tekan dan alhamdulillah pesan terkirim muncul di layar HPku, beberapa detik kemudian ada balasan di HPku,
Aku lagi mikirin kamu sayang
Lagi-lagi ku tersenyum di depan layar, ku segera membalasnya,
Masa sih ade’ lagi mikirin aku
Seperti biasa ku menekan tombol OK dan kemudian pesan terkirim, tak lama kemudian dia membalasnya,
Bener kok yang, kakak sendiri lagi ngapain?
Tanpa pikir lagi ku membalasnya,
Aku lagi kangen ma ade’
OK dan pesan pun terkirim. Malam-malamku hanya di temani segenggam HP, namun bisa mengaliri rindu hati ini kepadanya. Hingga larut malam, suara bisik-bisik manusia telah lenyap dari pendengaranku, kua akhiri SMS-ku dengan kata,
Selamat tidur sayang, semoga tuhan melindungimu
Setelah pesan terkirim aku pun segera mengam bil selimut dan bantal sebagai teman setiaku dalam dunia mimpi.
                                                            ***
            Hari-hari ku lalui bersama kicauan burung yang menyuarakan indahnya pagi dengan kabut embun yang menambah sejuknya suasana pagi. Begitupun malamku di temani bentangan bulan yang mencuat senyum di kolong langit, menciptakan suasana malam yang penuh cahaya mencekam.
            Setiap malam ku hanya bisa mengirim rindu lewat layar, namun mampu mengantar rinduku. Hingga suatu hari aku ingin bertemu dengannya karena ku ingin melihat kembali senyum indah dari bibirnya yang merekah, malamnya ku segera mengirm SMS ke dia,
Sayang, besok kita bisa ketemu nggak, ku sangat rindu sama kamu
Seperti biasanya aku pun menekan tombol OK, pesan terkirim pun muncul, sambil menanti balasan darinya aku menatap langit yang bertabur bintang diantara celah-celah langit, tatapanku terhenti ketika terdengar suara HP berbunyi, segera ku ambil HPku dan melihat balasan darinya,
Aku juga sangat merindukanmu yang, dimana kita akan ketemu
Hatiku bagaikan gelembung-gelembung cinta bahagia, tanganku pun menekan tombol-tombol di HPku,
Di tempat biasa kita bertemu
Pesan terkirim, malam ini ku terasa terbang diantara ruang dan waktu  mengisi celah-celah yang terluka, HPku bergetar tanda ada balasan,
Ok, kita ketemu besok, yang sudah dulu ya aku sudah ngantuk
Langit penuh taburan bintang menandakan kedamaian hatiku saat ini, bisikan angin malam menyusup ke dalam tubuh membuatku harus hijrah menuju laiyan mimpi yang penuh kemayaan.
                                                            *** 
            Mentari silau dengan cahayanya, menusuk ruas-ruas bumi, hingga bayang-bayang ngin menemani langkahku. Pohon-pohon menari menghempas panasnya mentari menuju celah-celah langit. Ku pun melangkah di temani tarian angin menuju kediaman hati karena cahaya telah menanti kegelapan di ujung sana, ku lihat dia duduk sambil menatap bukit-bukit pohon dengan daun yang selau menyapanya,”dek”, kusapa dia dengan suara kalbuku yang menyimpan suatu kerinduan dan mengharap hadirnya keajaiban. Cahaya itu pun menoleh mengulas senyum padaku, inilah yang ku dambakan selama ini, senyum yang telah hilang bersama waktu dan diterbangkan angin samudera, kini hadir lagi untuk menghempas semua kerinduan yang telah membeku bersana sinar mentari, ku pun memeluknya, ku bagaikan terbang bersamanya dengan sayap-sayap patahku meski mentari begitu keras menyengat bumi, namun ku tak merasakan sengatan itu, hatiku terasa sejuk berada di sampingnya, pikiranku tak ingat apa-apa lagi yang ku rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan selama ini. Aku bersuara seirama kicauan burung gereja yang menapaki taman cemara,
“dek, ragukanlah jika bulan kan selalu purnama, ragukanlah jika awan kan selalu putih, ragukanlah jika kuncup kan selalu mekar,tapi...jangan kau ragukan betapa tulusnya cintaku padamu, dek pernakah kau merasakan apa yang ku rasakan saat ini?”
Cahaya itu bersajak laksana laila yang mengarungi luasnya samudera hati majnun,
“kak, jika setetes air berarti rasa cinta, maka rasa cintaku padamu adalah hujan yang mengakibatkan banjir”.
                                                            ***
            Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, besok adalah hari minggu, hari terakhir aku liburan dan aku harus kembali lagi ke penjara suci, lagi-lagi ku harus meninggalkan dia  membuat kisah yang tertinggal dalam kenangan. Malam-malam mengisahkan sunyi dalam buaian kasih hingga hening malam mencurahkan angin rindu, malam ini ku kirim kisah hati padanya lewat SMS,
Dek, malam ini adalah malam perpisahan kita, apakah adek bisa menunggu karena aku akan lama bersinggasana di penjara suci
Tombol OK pun ku tekan dan pesan terkirim lahir di HPku. Balasan pun tiba,
Kak, aku sangat sedih jika harus berpisah denganmu lagi, tapi aku akan berusaha tuk ngertiin kamu
Tak terasa butir-butir mataku berlinang di mata,
Terima kasih ya dek, ternyata kamu bisa ngertiian aku, aku akan selalu setia sama kamu
Tanganku terasa berat untuk menekan tombol OK, ku coba dengan hati bersabar, OK dan pesan terkirim. Cahaya malam begitu redup, apak ah ini kisah hatiku saat ini yang begitu mengharap dirinya selalu di sampingku, HPku berbunyi, ku buka balasan itu,
Kak, apakah kamu nggak bosan sama aku
Ku coba tersenyum walau hatiku gundah,
Ya nggak lah dek, di pondok aku mau selingkuh sama siapa
Sambil menekan tombol OK ku tatap cahaya bintang jatuh yang mengharap awan akan menangkapnya, ku berdo’a semoga tuhan menakdirkan dia untukku. Malam semakin gelap membuat bintang-bintang yang bertaburan semakin tersenyum, namun malamku kini adalah malam yang tak ku harapkan, karena malam ini adalah malam terakhir aliran rindu yang bersemayam dalam telaga.
                                                            ***
            Sebelum berangkat ke penjara suci aku sempatkan untuk meng-SMS dia,
Dek, kamu bisa nggak nganterin aku ke pelabuhan
Seperti biasa ku menekan tombol OK, tak lama kemudian HPku berbunyi ada pesan masuk,
Bisa kok, kamu sekarang lagi di mana
Segera ku tekan keypad,
Masih di rumah bentar lagi berangkat
OK dan pesan terkirim, aku pun berangkat kepelabuhan. Sampai di sana kulihat dia duduk di kursi tunggu, “dek”, suaraku mengalun kalbu yang teriris mata pisau senja, dia pun melihat kearahku sambil tersenyum, namun tersimpan rasa perih di balik senyuman itu,
“sudah mau berangkat, hati-hati ya kak”, kerelaannya menyembunyikan hati yang mengumbar air mata, ku segera memeluknya,
“dek, aku tak ingin berpisah sama kamu”,kataku,
“tapi kak, ini demi masa depan kamu”,
“kamu juga masa depanku dek”,
“kak, apakah kita akan bersama selamanya”,
“jika kita saling setia”,
“jangan permainkan perasaanku ya kak”,
“nggak dek, aku kan setia sama adek”. Awak kapal berteriak bahwa kapal akan berangkat,
“dek, selamat tinggal jaga dirimu baik-baik”,
“hati-hati ya kak”. Tak terasa air mataku membanjiri wajahku, begitupun kekasihku, ku pun berjalan menaiki kapal yang akan mengantarku, dia melambaikan tangannya. Desiran angin meneami kepergianku, ku rela meski harus tanpamu, tapi hatiku tak rela bila berpisah denganmu, maafkan aku dek, bukan maksudku tuk meninggalkanmu, tapi seperti katamu ini demi masa depanku dan cinta adalah target dari masa depanku, karena aku tak ingin mencintai untuk masa depan yang suram. Selamat tinggal dek.

                                                Annuqayah Latee, 2011

Cerpen


ALIRAN TELAGA RINDU
            Liburan pesantren yang kunantikan telah tiba, pulau Gili yang ku impikan telah tampak didepan mata, aku merasa berada di antara belantara angin kebahagiaan, ku pun harus lintasi lautan yang terbentang di bawah langit dengan ikan-ikan yang selalu setia menemaninya, ku tatap laut yang penuh kedamaian dan cinta, menggambarkan suasana hatiku saat ini, langit menatapku penuh senyum saat ku pandang wajah pulau yang penuh tetumbuhan hijau yang menyelimuti sejuknya pulau itu.
             Aku duduk di emperan rumah setelah menyalami orang tua, tetangga dan guru-guruku, pikiranku melayang entah apa yang ku pikirkan sekarang, tiba-tiba ku ingat Laila kekasihku, ah mengapa ku baru ingat sekarang padahal dari pondok ku pengen banget ketemu dia, aku segera mengambil HP di kamarku dan segera mengirim SMS kepadanya,
De’ masih ingatkah sama aku, ku sangat merindukan ade’
Ku tekan tombol OK dan pesan pun terkirim, beberapa saat kemudian HPku berbunyi tanda ada pesan balasan dari kekasihku,
Ku tak akan pernah lupa sama kakak, ku juga sangat merindukan kakak
Alhamdulillah, ternyata kekasih yang sangat aku cintai tidak berpaling dari aku, ku tekan tombol keypad untuk membalasnya,
Syukurlah, ku kira sudah lupa ma aku, de’ gimana kabar kamu?
Kutekan lagi tombol OK, pesan pun terkirim, ku tinggalkan HPku sebentar untuk membeli minuman di warung depan rumahku, setelah ku kembali ternyata HPku muncul tulisan 1 pesan diterima, ku buka SMS itu,
Alhamdulillah kabarku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Kakak nggak selingkuh kan?
Ku tersenyum-senyum di depan layar HP, ku pun membalasnya,
Ku juga baik-baik saja, ya nggak lah dek di pesantren mau selingkuh sama siapa, ade’ sendiri nggak kan?
Tombol OK pun kutekan, pesan terkirim, ku teguk minuman yang ada di sampingku, huh..lega rasanya tenggorokanku, lagi-lagi HPku berbunyi tanda pesan, segera ku buka
 SMS di layar HPku,
Selama kakak setia sama aku, ku kan setia sama kakak
Ketika ku akan membalas SMS itu, tiba-tiba suara adzan Ashar berkumandang, ku pun segera membalas
De’, sudah dulu ya, ku mau shalat
 Ku cepat-cepat menekan tombol OK setelah pesan terkirim aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu’ dan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.                                                                 ***
            Malam penuh dengan bintang-bintang yang mencekam langit, mencakar dunia, hingga bumi terasa berada didalam buaian sabda angin, nyanyian jangkrik yang mengiringi indahnya panorama malam mengalun syahdu bersama desiran angin malam yang menuai lagu-lagu rindu dengan sajaknya. Aku pun ikut menikmati karunia tuhan yang diperlihatkan dalam keheningan malam,”ya…Tuhan sungguh besar ciptaan-Mu”,desahku.
            Ku ambil HP yang sedang dalam keadaan mencharger, ku pun meng-SMS Laila,
Hay sayang, lagi ngapain nih?
Tombol OK pun ku tekan dan alhamdulillah pesan terkirim muncul di layar HPku, beberapa detik kemudian ada balasan di HPku,
Aku lagi mikirin kamu sayang
Lagi-lagi ku tersenyum di depan layar, ku segera membalasnya,
Masa sih ade’ lagi mikirin aku
Seperti biasa ku menekan tombol OK dan kemudian pesan terkirim, tak lama kemudian dia membalasnya,
Bener kok yang, kakak sendiri lagi ngapain?
Tanpa pikir lagi ku membalasnya,
Aku lagi kangen ma ade’
OK dan pesan pun terkirim. Malam-malamku hanya di temani segenggam HP, namun bisa mengaliri rindu hati ini kepadanya. Hingga larut malam, suara bisik-bisik manusia telah lenyap dari pendengaranku, kua akhiri SMS-ku dengan kata,
Selamat tidur sayang, semoga tuhan melindungimu
Setelah pesan terkirim aku pun segera mengam bil selimut dan bantal sebagai teman setiaku dalam dunia mimpi.
                                                            ***
            Hari-hari ku lalui bersama kicauan burung yang menyuarakan indahnya pagi dengan kabut embun yang menambah sejuknya suasana pagi. Begitupun malamku di temani bentangan bulan yang mencuat senyum di kolong langit, menciptakan suasana malam yang penuh cahaya mencekam.
            Setiap malam ku hanya bisa mengirim rindu lewat layar, namun mampu mengantar rinduku. Hingga suatu hari aku ingin bertemu dengannya karena ku ingin melihat kembali senyum indah dari bibirnya yang merekah, malamnya ku segera mengirm SMS ke dia,
Sayang, besok kita bisa ketemu nggak, ku sangat rindu sama kamu
Seperti biasanya aku pun menekan tombol OK, pesan terkirim pun muncul, sambil menanti balasan darinya aku menatap langit yang bertabur bintang diantara celah-celah langit, tatapanku terhenti ketika terdengar suara HP berbunyi, segera ku ambil HPku dan melihat balasan darinya,
Aku juga sangat merindukanmu yang, dimana kita akan ketemu
Hatiku bagaikan gelembung-gelembung cinta bahagia, tanganku pun menekan tombol-tombol di HPku,
Di tempat biasa kita bertemu
Pesan terkirim, malam ini ku terasa terbang diantara ruang dan waktu  mengisi celah-celah yang terluka, HPku bergetar tanda ada balasan,
Ok, kita ketemu besok, yang sudah dulu ya aku sudah ngantuk
Langit penuh taburan bintang menandakan kedamaian hatiku saat ini, bisikan angin malam menyusup ke dalam tubuh membuatku harus hijrah menuju laiyan mimpi yang penuh kemayaan.
                                                            *** 
            Mentari silau dengan cahayanya, menusuk ruas-ruas bumi, hingga bayang-bayang ngin menemani langkahku. Pohon-pohon menari menghempas panasnya mentari menuju celah-celah langit. Ku pun melangkah di temani tarian angin menuju kediaman hati karena cahaya telah menanti kegelapan di ujung sana, ku lihat dia duduk sambil menatap bukit-bukit pohon dengan daun yang selau menyapanya,”dek”, kusapa dia dengan suara kalbuku yang menyimpan suatu kerinduan dan mengharap hadirnya keajaiban. Cahaya itu pun menoleh mengulas senyum padaku, inilah yang ku dambakan selama ini, senyum yang telah hilang bersama waktu dan diterbangkan angin samudera, kini hadir lagi untuk menghempas semua kerinduan yang telah membeku bersana sinar mentari, ku pun memeluknya, ku bagaikan terbang bersamanya dengan sayap-sayap patahku meski mentari begitu keras menyengat bumi, namun ku tak merasakan sengatan itu, hatiku terasa sejuk berada di sampingnya, pikiranku tak ingat apa-apa lagi yang ku rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan selama ini. Aku bersuara seirama kicauan burung gereja yang menapaki taman cemara,
“dek, ragukanlah jika bulan kan selalu purnama, ragukanlah jika awan kan selalu putih, ragukanlah jika kuncup kan selalu mekar,tapi...jangan kau ragukan betapa tulusnya cintaku padamu, dek pernakah kau merasakan apa yang ku rasakan saat ini?”
Cahaya itu bersajak laksana laila yang mengarungi luasnya samudera hati majnun,
“kak, jika setetes air berarti rasa cinta, maka rasa cintaku padamu adalah hujan yang mengakibatkan banjir”.
                                                            ***
            Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, besok adalah hari minggu, hari terakhir aku liburan dan aku harus kembali lagi ke penjara suci, lagi-lagi ku harus meninggalkan dia  membuat kisah yang tertinggal dalam kenangan. Malam-malam mengisahkan sunyi dalam buaian kasih hingga hening malam mencurahkan angin rindu, malam ini ku kirim kisah hati padanya lewat SMS,
Dek, malam ini adalah malam perpisahan kita, apakah adek bisa menunggu karena aku akan lama bersinggasana di penjara suci
Tombol OK pun ku tekan dan pesan terkirim lahir di HPku. Balasan pun tiba,
Kak, aku sangat sedih jika harus berpisah denganmu lagi, tapi aku akan berusaha tuk ngertiin kamu
Tak terasa butir-butir mataku berlinang di mata,
Terima kasih ya dek, ternyata kamu bisa ngertiian aku, aku akan selalu setia sama kamu
Tanganku terasa berat untuk menekan tombol OK, ku coba dengan hati bersabar, OK dan pesan terkirim. Cahaya malam begitu redup, apak ah ini kisah hatiku saat ini yang begitu mengharap dirinya selalu di sampingku, HPku berbunyi, ku buka balasan itu,
Kak, apakah kamu nggak bosan sama aku
Ku coba tersenyum walau hatiku gundah,
Ya nggak lah dek, di pondok aku mau selingkuh sama siapa
Sambil menekan tombol OK ku tatap cahaya bintang jatuh yang mengharap awan akan menangkapnya, ku berdo’a semoga tuhan menakdirkan dia untukku. Malam semakin gelap membuat bintang-bintang yang bertaburan semakin tersenyum, namun malamku kini adalah malam yang tak ku harapkan, karena malam ini adalah malam terakhir aliran rindu yang bersemayam dalam telaga.
                                                            ***
            Sebelum berangkat ke penjara suci aku sempatkan untuk meng-SMS dia,
Dek, kamu bisa nggak nganterin aku ke pelabuhan
Seperti biasa ku menekan tombol OK, tak lama kemudian HPku berbunyi ada pesan masuk,
Bisa kok, kamu sekarang lagi di mana
Segera ku tekan keypad,
Masih di rumah bentar lagi berangkat
OK dan pesan terkirim, aku pun berangkat kepelabuhan. Sampai di sana kulihat dia duduk di kursi tunggu, “dek”, suaraku mengalun kalbu yang teriris mata pisau senja, dia pun melihat kearahku sambil tersenyum, namun tersimpan rasa perih di balik senyuman itu,
“sudah mau berangkat, hati-hati ya kak”, kerelaannya menyembunyikan hati yang mengumbar air mata, ku segera memeluknya,
“dek, aku tak ingin berpisah sama kamu”,kataku,
“tapi kak, ini demi masa depan kamu”,
“kamu juga masa depanku dek”,
“kak, apakah kita akan bersama selamanya”,
“jika kita saling setia”,
“jangan permainkan perasaanku ya kak”,
“nggak dek, aku kan setia sama adek”. Awak kapal berteriak bahwa kapal akan berangkat,
“dek, selamat tinggal jaga dirimu baik-baik”,
“hati-hati ya kak”. Tak terasa air mataku membanjiri wajahku, begitupun kekasihku, ku pun berjalan menaiki kapal yang akan mengantarku, dia melambaikan tangannya. Desiran angin meneami kepergianku, ku rela meski harus tanpamu, tapi hatiku tak rela bila berpisah denganmu, maafkan aku dek, bukan maksudku tuk meninggalkanmu, tapi seperti katamu ini demi masa depanku dan cinta adalah target dari masa depanku, karena aku tak ingin mencintai untuk masa depan yang suram. Selamat tinggal dek.

                                                Annuqayah Latee, 2011

Cerpen


ALIRAN TELAGA RINDU
            Liburan pesantren yang kunantikan telah tiba, pulau Gili yang ku impikan telah tampak didepan mata, aku merasa berada di antara belantara angin kebahagiaan, ku pun harus lintasi lautan yang terbentang di bawah langit dengan ikan-ikan yang selalu setia menemaninya, ku tatap laut yang penuh kedamaian dan cinta, menggambarkan suasana hatiku saat ini, langit menatapku penuh senyum saat ku pandang wajah pulau yang penuh tetumbuhan hijau yang menyelimuti sejuknya pulau itu.
             Aku duduk di emperan rumah setelah menyalami orang tua, tetangga dan guru-guruku, pikiranku melayang entah apa yang ku pikirkan sekarang, tiba-tiba ku ingat Laila kekasihku, ah mengapa ku baru ingat sekarang padahal dari pondok ku pengen banget ketemu dia, aku segera mengambil HP di kamarku dan segera mengirim SMS kepadanya,
De’ masih ingatkah sama aku, ku sangat merindukan ade’
Ku tekan tombol OK dan pesan pun terkirim, beberapa saat kemudian HPku berbunyi tanda ada pesan balasan dari kekasihku,
Ku tak akan pernah lupa sama kakak, ku juga sangat merindukan kakak
Alhamdulillah, ternyata kekasih yang sangat aku cintai tidak berpaling dari aku, ku tekan tombol keypad untuk membalasnya,
Syukurlah, ku kira sudah lupa ma aku, de’ gimana kabar kamu?
Kutekan lagi tombol OK, pesan pun terkirim, ku tinggalkan HPku sebentar untuk membeli minuman di warung depan rumahku, setelah ku kembali ternyata HPku muncul tulisan 1 pesan diterima, ku buka SMS itu,
Alhamdulillah kabarku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Kakak nggak selingkuh kan?
Ku tersenyum-senyum di depan layar HP, ku pun membalasnya,
Ku juga baik-baik saja, ya nggak lah dek di pesantren mau selingkuh sama siapa, ade’ sendiri nggak kan?
Tombol OK pun kutekan, pesan terkirim, ku teguk minuman yang ada di sampingku, huh..lega rasanya tenggorokanku, lagi-lagi HPku berbunyi tanda pesan, segera ku buka
 SMS di layar HPku,
Selama kakak setia sama aku, ku kan setia sama kakak
Ketika ku akan membalas SMS itu, tiba-tiba suara adzan Ashar berkumandang, ku pun segera membalas
De’, sudah dulu ya, ku mau shalat
 Ku cepat-cepat menekan tombol OK setelah pesan terkirim aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu’ dan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.                                                                 ***
            Malam penuh dengan bintang-bintang yang mencekam langit, mencakar dunia, hingga bumi terasa berada didalam buaian sabda angin, nyanyian jangkrik yang mengiringi indahnya panorama malam mengalun syahdu bersama desiran angin malam yang menuai lagu-lagu rindu dengan sajaknya. Aku pun ikut menikmati karunia tuhan yang diperlihatkan dalam keheningan malam,”ya…Tuhan sungguh besar ciptaan-Mu”,desahku.
            Ku ambil HP yang sedang dalam keadaan mencharger, ku pun meng-SMS Laila,
Hay sayang, lagi ngapain nih?
Tombol OK pun ku tekan dan alhamdulillah pesan terkirim muncul di layar HPku, beberapa detik kemudian ada balasan di HPku,
Aku lagi mikirin kamu sayang
Lagi-lagi ku tersenyum di depan layar, ku segera membalasnya,
Masa sih ade’ lagi mikirin aku
Seperti biasa ku menekan tombol OK dan kemudian pesan terkirim, tak lama kemudian dia membalasnya,
Bener kok yang, kakak sendiri lagi ngapain?
Tanpa pikir lagi ku membalasnya,
Aku lagi kangen ma ade’
OK dan pesan pun terkirim. Malam-malamku hanya di temani segenggam HP, namun bisa mengaliri rindu hati ini kepadanya. Hingga larut malam, suara bisik-bisik manusia telah lenyap dari pendengaranku, kua akhiri SMS-ku dengan kata,
Selamat tidur sayang, semoga tuhan melindungimu
Setelah pesan terkirim aku pun segera mengam bil selimut dan bantal sebagai teman setiaku dalam dunia mimpi.
                                                            ***
            Hari-hari ku lalui bersama kicauan burung yang menyuarakan indahnya pagi dengan kabut embun yang menambah sejuknya suasana pagi. Begitupun malamku di temani bentangan bulan yang mencuat senyum di kolong langit, menciptakan suasana malam yang penuh cahaya mencekam.
            Setiap malam ku hanya bisa mengirim rindu lewat layar, namun mampu mengantar rinduku. Hingga suatu hari aku ingin bertemu dengannya karena ku ingin melihat kembali senyum indah dari bibirnya yang merekah, malamnya ku segera mengirm SMS ke dia,
Sayang, besok kita bisa ketemu nggak, ku sangat rindu sama kamu
Seperti biasanya aku pun menekan tombol OK, pesan terkirim pun muncul, sambil menanti balasan darinya aku menatap langit yang bertabur bintang diantara celah-celah langit, tatapanku terhenti ketika terdengar suara HP berbunyi, segera ku ambil HPku dan melihat balasan darinya,
Aku juga sangat merindukanmu yang, dimana kita akan ketemu
Hatiku bagaikan gelembung-gelembung cinta bahagia, tanganku pun menekan tombol-tombol di HPku,
Di tempat biasa kita bertemu
Pesan terkirim, malam ini ku terasa terbang diantara ruang dan waktu  mengisi celah-celah yang terluka, HPku bergetar tanda ada balasan,
Ok, kita ketemu besok, yang sudah dulu ya aku sudah ngantuk
Langit penuh taburan bintang menandakan kedamaian hatiku saat ini, bisikan angin malam menyusup ke dalam tubuh membuatku harus hijrah menuju laiyan mimpi yang penuh kemayaan.
                                                            *** 
            Mentari silau dengan cahayanya, menusuk ruas-ruas bumi, hingga bayang-bayang ngin menemani langkahku. Pohon-pohon menari menghempas panasnya mentari menuju celah-celah langit. Ku pun melangkah di temani tarian angin menuju kediaman hati karena cahaya telah menanti kegelapan di ujung sana, ku lihat dia duduk sambil menatap bukit-bukit pohon dengan daun yang selau menyapanya,”dek”, kusapa dia dengan suara kalbuku yang menyimpan suatu kerinduan dan mengharap hadirnya keajaiban. Cahaya itu pun menoleh mengulas senyum padaku, inilah yang ku dambakan selama ini, senyum yang telah hilang bersama waktu dan diterbangkan angin samudera, kini hadir lagi untuk menghempas semua kerinduan yang telah membeku bersana sinar mentari, ku pun memeluknya, ku bagaikan terbang bersamanya dengan sayap-sayap patahku meski mentari begitu keras menyengat bumi, namun ku tak merasakan sengatan itu, hatiku terasa sejuk berada di sampingnya, pikiranku tak ingat apa-apa lagi yang ku rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan selama ini. Aku bersuara seirama kicauan burung gereja yang menapaki taman cemara,
“dek, ragukanlah jika bulan kan selalu purnama, ragukanlah jika awan kan selalu putih, ragukanlah jika kuncup kan selalu mekar,tapi...jangan kau ragukan betapa tulusnya cintaku padamu, dek pernakah kau merasakan apa yang ku rasakan saat ini?”
Cahaya itu bersajak laksana laila yang mengarungi luasnya samudera hati majnun,
“kak, jika setetes air berarti rasa cinta, maka rasa cintaku padamu adalah hujan yang mengakibatkan banjir”.
                                                            ***
            Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, besok adalah hari minggu, hari terakhir aku liburan dan aku harus kembali lagi ke penjara suci, lagi-lagi ku harus meninggalkan dia  membuat kisah yang tertinggal dalam kenangan. Malam-malam mengisahkan sunyi dalam buaian kasih hingga hening malam mencurahkan angin rindu, malam ini ku kirim kisah hati padanya lewat SMS,
Dek, malam ini adalah malam perpisahan kita, apakah adek bisa menunggu karena aku akan lama bersinggasana di penjara suci
Tombol OK pun ku tekan dan pesan terkirim lahir di HPku. Balasan pun tiba,
Kak, aku sangat sedih jika harus berpisah denganmu lagi, tapi aku akan berusaha tuk ngertiin kamu
Tak terasa butir-butir mataku berlinang di mata,
Terima kasih ya dek, ternyata kamu bisa ngertiian aku, aku akan selalu setia sama kamu
Tanganku terasa berat untuk menekan tombol OK, ku coba dengan hati bersabar, OK dan pesan terkirim. Cahaya malam begitu redup, apak ah ini kisah hatiku saat ini yang begitu mengharap dirinya selalu di sampingku, HPku berbunyi, ku buka balasan itu,
Kak, apakah kamu nggak bosan sama aku
Ku coba tersenyum walau hatiku gundah,
Ya nggak lah dek, di pondok aku mau selingkuh sama siapa
Sambil menekan tombol OK ku tatap cahaya bintang jatuh yang mengharap awan akan menangkapnya, ku berdo’a semoga tuhan menakdirkan dia untukku. Malam semakin gelap membuat bintang-bintang yang bertaburan semakin tersenyum, namun malamku kini adalah malam yang tak ku harapkan, karena malam ini adalah malam terakhir aliran rindu yang bersemayam dalam telaga.
                                                            ***
            Sebelum berangkat ke penjara suci aku sempatkan untuk meng-SMS dia,
Dek, kamu bisa nggak nganterin aku ke pelabuhan
Seperti biasa ku menekan tombol OK, tak lama kemudian HPku berbunyi ada pesan masuk,
Bisa kok, kamu sekarang lagi di mana
Segera ku tekan keypad,
Masih di rumah bentar lagi berangkat
OK dan pesan terkirim, aku pun berangkat kepelabuhan. Sampai di sana kulihat dia duduk di kursi tunggu, “dek”, suaraku mengalun kalbu yang teriris mata pisau senja, dia pun melihat kearahku sambil tersenyum, namun tersimpan rasa perih di balik senyuman itu,
“sudah mau berangkat, hati-hati ya kak”, kerelaannya menyembunyikan hati yang mengumbar air mata, ku segera memeluknya,
“dek, aku tak ingin berpisah sama kamu”,kataku,
“tapi kak, ini demi masa depan kamu”,
“kamu juga masa depanku dek”,
“kak, apakah kita akan bersama selamanya”,
“jika kita saling setia”,
“jangan permainkan perasaanku ya kak”,
“nggak dek, aku kan setia sama adek”. Awak kapal berteriak bahwa kapal akan berangkat,
“dek, selamat tinggal jaga dirimu baik-baik”,
“hati-hati ya kak”. Tak terasa air mataku membanjiri wajahku, begitupun kekasihku, ku pun berjalan menaiki kapal yang akan mengantarku, dia melambaikan tangannya. Desiran angin meneami kepergianku, ku rela meski harus tanpamu, tapi hatiku tak rela bila berpisah denganmu, maafkan aku dek, bukan maksudku tuk meninggalkanmu, tapi seperti katamu ini demi masa depanku dan cinta adalah target dari masa depanku, karena aku tak ingin mencintai untuk masa depan yang suram. Selamat tinggal dek.

                                                Annuqayah Latee, 2011

Jumat, 14 Oktober 2011

Artikel


Akankah Cinta Bisa Membuat Kita Buta??
            Masih dalam lingkup cinta yang saya bahas, karena cinta merupakan problematika yang tak di temukan ujung pemecahannya atau seperti teka-teki yang kehilangan jawaban, sehingga sulit menjawabnya kembali. Cinta merupakan hal yang abstrak karena ia tak kasat mata, cinta timbul dari hati dan apabila kita sedang di landa cinta maka sekujur tubuh kita akan merasakan perubahan yang kongkrit seperti rasa gelisah dan kan merasa malu kalau menceritakan kepada teman kita, apalagi sampai di tolak cinta, perubahan yang tampak drastis akan terjadi pada kita, benar kan..??. orang yang sedang jatuh cinta biasanya memang cenderung “BUTA”. Nyatanya, cinta dapat membutakan seseorang terhadap realitas, ia tidak dapat melihat apapun secara nyata, secara objektif. Cinta itu buta dan tak pandang bulu, kalau kita sudah dibutakan oleh cinta, yang jelek bisa jadi cantik, yang hitam bisa jadi putih. Kalau kita dihadapkan pada sebuah pilihan terhadap warna hitam, putih dan kuning pada burung, bisa saja kita memilih warna hitam ataupun putih, karena kebetulan warna itulah warna kesukaan kita, atau kita akan mengatakan burung yang indah itu yang berbulu tiga warna, karena demikian burung yang kita suka.
            Kalau kebutaan ini terjadi pada seorang hakim akan fatal akibatnya, apa jadinya jika dia hanya melihat terdakwa pada satu sisi dan sisi yang lain telah dibutakan oleh “cinta”(misalnya uang sogok atau keluarga sendiri). Hakim atau juru pengadil lainnya yang seharusnya bersikap adil akan sangat rentan kejujurannya ketika sedang jatuh cinta, bukan karena posisinya yang benar, melainkan karena uangnya atau malu karena keluarga sendiri, uang sogokan dapat membuat seseorang jatuh cinta mendadak, sekalipun cintanya hanya semata-mata karena uang, artinya pada saat itu sesungguhnya ia adalah seorang “BUTA”.
            Sebagai homo sapiens, ulul albab, ulin nuha yang di bekali akal agar berfikir dan di bekali hati agar menimbang, manusia akan mudah kehilangan sifat itu manakal ia sedang jatuh cinta.
            Pada saat jatuh cinta kita sesungguhnya tengah mengalami problematika internal, berselisih dengan diri sendiri dan bertentangan dengan rasionalitas. Kita tengah ditantang untuk lebih bersikap dewasa dalam menyikapi perasaan tersebut, karena kita tengah berhadapan dengan konflik batin yang menggebu-gebu. Konflik batin ini akan berkepanjangan seiring emosi yang mengaduk-aduk perasaan. Dalam menyikapi kenyataan di atas, kita butuh kesiapan mental penuh untuk mengahadapinya, disini ada dua resep yang mungkin dapat kita jadikan antisipasi awal.
            Pertama, apabila kita sedang di hadapkan pada sebuah persoalan, jangan pernah memikirkannya hanya sendiri, carilah tempat lain sebagai curahan, persoalan emosi apalagi urusan cinta. Andai pun keluh kesah tak dapat membantu menyelesaikannya, setidaknya bisa mengurangi beban di pikiran.
            Kalau kita tipe orang yang introvert (tertutup) biasanya enggan dan emooh untuk menceritakan kepada orang lain. Carilah orang yang kamu percaya, misalkan orang tua, guru, sahabat atau teman, kalau kita malu menceritakan pada mereka ceritakanlah pada buku diary atau agenda, karena mereka tak kan bohong, mereka akan merekam apa yang telah kamu ceritakan (tulis) padanya.
Kedua, jika kita kesal karena SMS di- pending, ponselnya tidak dapat di hubungi, inbox e-mail nggak ada yang baru atau kekesalan lain yang membuat kita emosi , maka jangan biarkan kekesalan itu menghasut pikiran kita, bila kita tengah berhadapan dengan masalah seperti itu yang harus kita adalah mengalihkan perhatian dengan membaca buku, cerita fiksi atau bahkan kalu perlu komik. Satu kata kunci : alihkan perhatian.
Kedua resep di atas mungkin bisa membuat kita lebih fresh dan lebih dewasa dalam menyikapi sebuah persoalan, apalagi persoalan cinta. Saat kita tengah berbicara atau sedang nelfon sama kekasih kita, yang kita rasakan bahgia bukan..?, apabila ada orang lain atau orang tua yang menyapa kita, mungkin tak akan kita perdulikan, kita merasa di dunia hanya ada kita berdua, karena pada saat itu cinta tengah membutakan dan mensugesti pikiran kita, kita memang tak pernah merasa tapi itulah realitanya. Jadi, janganlah kita di butakan oleh cinta karena cinta ke sesama manusia bukanlah cinta sejati, tapi hanyalah cinta fatamorgana. Ingat, cinta yang sejati hanyalah kepada tuhan.



 
Efek Media Bagi Remaja (Masa Kini)
            Kita hidup di era informasi, dimana setiap hari kta basah kuyup oleh banjir media, suara, gagasan, dan sensasi, dan sebelum kita mencerna gagasan yang kita dapat kita sudah di terpa badai gagasan yang lain. Memang nggak bisa dikatakan semua media bagus atau jelek, tapi dari semua jenis media -televisi, film dan industri musik- tak pelak lagi mempunyai pengaruh bagi remaja masa kini, karena remaja sekarang cenderung terbawa oleh arus dan gaya dunia baru yang sering di tayangkan di media. Sasaran media atau industri saat ini bukanlah untuk mencari manfaat tetapi untuk meraih untung besar dan berkompetisi agar selalu menjadi teratas dari media lain. Usaha itu adalah suatu keharusan untuk memberika sesuatu yang baru, menarik, dan spektakuler untuk memengaruhi publik. Saat ini bisnis-bisnis di menia sudah tidak memperhatikan norma agama, yang mereka pikirkan adalah bagaimana produk-produk mereka mempunyai pengaruh bagi sebagian besar masyarakat sehingga produk itu terkenal. Dari tujuan diatas mereka berupaya meracik resep yang bisa mengais sukses, dimana kekerasan, sex, dan gaya-gaya erotik sering di tampilkan sebagai penghibur, sehingga produk mereka terkenal dan menghibur.
            Sekarang, apa yang terjadi jika di suatu media atau industri di kritik atas taktik yang digunakan, mereka hanya akan menjawab “kami hanya memenuhi keinginan publik” atau “kami hanya cermin masyarakat”, pada dasrnya, mereka mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia kita sudah membusuk dan kita harus pergi menuju ekstrem baru dalam segala hal yang kita lakukan.
            Di media –buku, majalah, film, acara TV dan musik- juga memberikan pengaruh pandangan yang disebut citra, baik secara halus maupun terang-terangan, mereka mencoba memberi tahu apa yang sedang populer dan apa yang harus di abaikan. Masalahnya adalah, sebagian orang mempercayai tipu muslihat tersebut dan membiarkan melebihi batas kewajaran, dan juga bagi anak-anak, karena anak-anak adalah penyerap informasi, mereka akan menyerap apa saja informasi yang ada di lingkup mereka, seringkali tanpa mengerti apa makna sebenarnya. Anak-anak dan remaja adalah peniru yang hebat, mereka akan meniru gaya-gaya dan ekstrem baru yang mereka lihat atau dengar dari media, yang baik maupun yang buruk.
            Masalah lain muncul terhadap citra yang ditampilkan pada orang dewasa tapi di tayangkan bebas tanpa batas. Orang dewasa bisa saja melihat tipu muslihatnya dan memilih yang bijak berdasarkan pengalamannya, tapi bagi remaja akan mudah terbawa arus. Orang dewasa akan memilih mematika TV, tidak membeli cd ataupun menolak untuk di mintai berlangganan majalah, dan bagi remaja, even-even seperti ini akan dijadikan pandangan yang menurut mereka menghibur. Yang lebih buruk lagi apabila yang di tayangkan media adalah citra seksual dan kekerasan yang mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa secara negatif.

Selasa, 27 September 2011

Cerpen


RUMAH KOSONG
Rumah itu sepi, tak ada tanda-tanda keramaian yang terdengar dari bangunan yang terletak disamping pohon sawo itu, pintunya tertutup, jendela terkatup rapat, bahkan gorden sedikit pun tak tersingkap, rumah itu terletak sekitar belasan meter dari jalan dan agak sedikit jauh dari rumah penduduk lainnya, hanya ada 2 sampai 3 runah yang agak dekat. Rumah yang katanya milik Pak Danu itu seperti rumah kosong yang tak berpenghuni, hampir setiap hari tak ada suara yang terdengar dari dalam rumah itu semenjak ditinggal mati istrinya Pak Danu jarang kelihatan, hal ini membuat warga khawatir apakah Pak Danu sedang sakit atau Pak Danu tak tinggal dirumah itu lagi? Pertanyaan itu terus menghantui pikiran warga, tapi warga tak berani untuk memasuki rumah itu,”mungkin Pak Danu sudah pindah” kata salah seorang warga yang bernama Eko saat beberapa warga sedang ngumpul-ngumpul di posko,”aku terakhir kalinya melihat Pak Danu sedang menimba air di sumur”sanggah warga lainnya yang juga sedang ngumpul,”paling dia sedang menenangkan diri, karena beberapa hari lalu istrinya meninggal” sergah warga yang lain, mereka pun terus membicarakan tentang rumah itu, tapi mereka tak pernah berencana untuk masuk kedalam rumah itu.
Hari terus berlalu, rumah itu masih belum ada jejak-jejak suara, hari ini hari ke-17 dari meninggalnya istri Pak Danu, namun Pak Danu masih belum kelihatan keluar, kekhawatiran warga menjadi kecurigaan kepada Pak Danu, karena sejak hari-hari itu juga banyak warga yang merasa kehilangan uang, emas dll, mereka merasa kehilangan itu adalah ulah tuyul, dan mereka menyangka tuyul itu adalah peliharaan Pak Danu,”tadi malam uangku hilang” komentar seorang warga ketika mereka membicarakan tentang kehadiran tuyul yang  akhir-akhir ini meresahkan warga,”kemarin malam emasku juga hilang” tanggap warga lainnya,”jangan-jangan tuyul itu adalah peliharaan Pak Danu” ungkap lainnya,”mungkin juga, karena akhir-akhir ini jarang kelihatan” ungkap lainnya lagi,”bagaimana kalau kita dobrak saja rumah itu, agar kita tidak selalu khawatir dan curiga” salah seorang warga memberikan usul,”benar agar kita tahu Pak Danu masih ada dirumahnya atau sudah pindah” sergah lainnya. Kemudian mereka mendatangi rumah RT untuk meminta izin memasuki rumah Pak Danu itu,”bagaimana pak RT kami sudah penasaran dengan keadaan rumah itu” ucap seorang warga saat tiba dirumah RT,”iya pak RT , karena kami setiap malam pasti ada warga yang kehilangan, jangan-jangan Pak Danu itu yang memelihara tuyul itu” kata warga lainnya,”saya rasa jangan dulu mungkin dia sedang menenangkan diri setelah ditinggal mati oleh istrinya”jawab pak RT,”tapi pak RT kami sudah merasa resah” bantah warga,”sabar, kita tunggu 3 hari lagi kalu kejadian itu masih terjadi maka kita sama-sama masuk kerumah itu dan sekarang kalian pulang kerumah masing-nasing”perintah pak RT memberi janji, warga pun pulang dengan membawa tangan hampa, tapi mereka masih ingin mengetahui apa misteri yang ada dibalik rumah itu dan mereka harus menunggu 3 hari lagi.
3 hari pun berlalu warga pun tak sabar untuk mengetahui dibalik rumah itu, warga pun segera mendatangi pak RT,”ayo pak RT, kita segera dobrak rumah itu” teriak seorang warga di depan rumah pak RT,”iya pak RT, ayo” warga lain pun ikut teriak seolah mereka sedang mendemo,pak RT pun keluar dari rumahnya”tunggu apa kalian masih ada yang kehilangan?” Tanya pak RT,”kemarin malam saya kehilangan uang pak, padahal saya tidak tidur semalam untuk menjaganya, tapi masih saja hilang, apakah itu bukan tuyul?”tantang seorang warga kepada pak RT,”kalau begitu baik, ayo kita bersama-sama masuk kerumah itu”tegas pak RT. Kemudian warga bersama pak RT berjalan menuju rumah Pak Danu itu, warga sudah menyiapkan alat-alat seperti linggis, tongkat dan semacamnya, awalnya mereka tidak langsung mendobrak tapi mengetuk pintu dulu, di tunggu beberapa detik masih tak ada jawaban, merekan pun mendobrak rumah itu dengan alat yang dibawanya, alhasil mereka bisa membuka pintu itu dan mereka tidak menemukan apa-apa kecuali hanya perabot rumah saja dan ketika mereka memasuki kamar Pak Danu mereka terkejut karena Pak Danu sudah meninggal dunia menyusul istrinya dalam keadaan bersujud diatas sajadah,”innalillahiwainnailaihi roji’un”ucap warga yang melihat kejadian itu,”masyaAllah, ternyata kita sudah buruk sangka terhadap orang baik-baik” ucap pak RT. Mereka pun segera mengurusi jenazah Pak Danu hingga di kebumikan, dan ternyata setelah diselidiki yang memelihara tuyul itu adalah seorang warga yang pertama kali mengatakan kalau Pak Danu yang memelihara tuyul itu. Astaghfirullah………..

Annuqayah Latee, 16-Desember-2010

puisi


NYANYIAN NESTAPA
(tragedi malinkundang)

Awalnya hanya seonggok daging
Dengan tubuh yang mengikatnya
Hidup bersama perempuan berwajah jompo
Gubuk reyot dan alas berduri yang menampungnya
“mak, biarkan daku mencari sebatang nasi suap”
Ia pun berlari melintasi bentangan samudera
1 hari, 2 hari
1 minggu, 2 minggu
1 bulan, 2 bulan
1 tahun, 2 tahun
Ia telah menjadi pasak harta
Dengan perempuan mata anjing yang menemaninya
Dan pulang laksana bahtera nuh
Perempuan berwajah jompo
Menunggunya di pelupuk pantai
Namun, ia bersandiwara tak mengenalnya
Hanya karena perempuan mata anjing di sampingnya
Perempuan jompo menuai keadilah dari tuhan…
Tiba-tiba kakinya terasa dingin batu
Ingin bergerak, namun batu telah menguasainya
“ibu... Maafkan daku....”
Terlambat, kutukan telah menghampirinya

                                    Madura, 26 September 2011

 
TARIAN KOTA PADANG
(refleksi gempa)

Anginmu berbisik
Bersahut-sahut bagai lempengan kaca
Tangannya mengoyak tiang langit
Kakinya berderap pasak bumi
Dan hujan yang tak pernah mati

Padang menari…
Bumi berdenyut nadi
Pohon-pohon berirama tasbih
Hingga tangisan menjadi bingkai, hingga!!
Rumah-rumah berdendang kematian

Padang menari…
Karena alam kontroversi
Manusia, rumah, pohon
Menjadi bangkai berserakan
Bagai taburahn permadani
Berselimut darah sengsara

Padang menari…
Mengapa..??
COBAAN ataukah BENCANA..??

                                                Madura, 25 september 2011

 
RINDU KAMU,MA

Ma,
Gubuk senja itu telah tiba
Di belantara bayang-bayang waktu
Saat kau bangun sebagai pencakar langit
Dan kau letakkan di bawah 3 sayap

Tapi Ma,
Mengapa kau terbang
Bersama cengkerama lazuardi
Meninggalkan sayap-sayap itu
Ditepi-tepi daun rampai
Hingga sayap-sayap itu menangis
Dalam gusaran gugur daun

                        08 Desember 2010

 
BUKIT RINDU

Kau tahu bukit itu
Bukit yang menyimpan senyum
Di balik semak-semak bibirmu,
Ku coba merayapi bukit itu
Berharap cahaya suram
Mengantarku ke lembah
Menuju semak kanvas
Tentang dirimu

            06 Desember 2010

 
SUARA RINDU

Ada suara yang memanggilmu
Dibalik lipatan bantal
Yang hadir dalam mimpi sepiku
Membuatku harus merayap
Disela-sela angin dinding
Meski tubuhku telah mati
Di terpa angina syakal
Namun, ku tetap memanggilmu

                        07 Desember 2010

 
SELENSA KATA
   - Kakak.1

Shel, akan kau jadikan apa bulan itu
Tiada hari,
Kau menghiasinya di pekat senja
Bagai taburan pasir dalam langit
Meski kadang bulan itu tanpa cahaya
Kau isi cahaya itu dengan desah apimu

Shel, engkau akan kemana
Apakah engkau akan pergi ke langit merah
Membiarkan cahaya itu redup
Jangan Shel, bulan itu masihmerindukan cahaya
Yang kau berikan lewat kata

                        17 Januari 2011

SELENSA KATA
-         Kakak.2

Mei, jangan menangis
Hanya karena ujung tak bertepi
Lantas itulah cambuk
Agar dunia tak lagi hitam
Oleh gelagap malaikat api

                        17 Januari 2011

KEPADA APA

Kepada apa
Harus ku tumpahkan rasa ini
Saat kau pecahkan dengan suaramu
Yang menanti oretan langit
Saat senja mengukirnya

Kepada apa
Serpihan ilalang
Akan ku jeratkan
Bersama syakal angin

Kepada apa
Taburan kata
Akan ku teteskan dengan pena
Karena bisikan badai
Telah menghempasnya
Bersama lukisan awan

Lalu…..
Kepada apa lagi
Batu itu ku terbangkan

                        01 Desember 2010