Rabu, 02 November 2011

Cerpen


ALIRAN TELAGA RINDU
            Liburan pesantren yang kunantikan telah tiba, pulau Gili yang ku impikan telah tampak didepan mata, aku merasa berada di antara belantara angin kebahagiaan, ku pun harus lintasi lautan yang terbentang di bawah langit dengan ikan-ikan yang selalu setia menemaninya, ku tatap laut yang penuh kedamaian dan cinta, menggambarkan suasana hatiku saat ini, langit menatapku penuh senyum saat ku pandang wajah pulau yang penuh tetumbuhan hijau yang menyelimuti sejuknya pulau itu.
             Aku duduk di emperan rumah setelah menyalami orang tua, tetangga dan guru-guruku, pikiranku melayang entah apa yang ku pikirkan sekarang, tiba-tiba ku ingat Laila kekasihku, ah mengapa ku baru ingat sekarang padahal dari pondok ku pengen banget ketemu dia, aku segera mengambil HP di kamarku dan segera mengirim SMS kepadanya,
De’ masih ingatkah sama aku, ku sangat merindukan ade’
Ku tekan tombol OK dan pesan pun terkirim, beberapa saat kemudian HPku berbunyi tanda ada pesan balasan dari kekasihku,
Ku tak akan pernah lupa sama kakak, ku juga sangat merindukan kakak
Alhamdulillah, ternyata kekasih yang sangat aku cintai tidak berpaling dari aku, ku tekan tombol keypad untuk membalasnya,
Syukurlah, ku kira sudah lupa ma aku, de’ gimana kabar kamu?
Kutekan lagi tombol OK, pesan pun terkirim, ku tinggalkan HPku sebentar untuk membeli minuman di warung depan rumahku, setelah ku kembali ternyata HPku muncul tulisan 1 pesan diterima, ku buka SMS itu,
Alhamdulillah kabarku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Kakak nggak selingkuh kan?
Ku tersenyum-senyum di depan layar HP, ku pun membalasnya,
Ku juga baik-baik saja, ya nggak lah dek di pesantren mau selingkuh sama siapa, ade’ sendiri nggak kan?
Tombol OK pun kutekan, pesan terkirim, ku teguk minuman yang ada di sampingku, huh..lega rasanya tenggorokanku, lagi-lagi HPku berbunyi tanda pesan, segera ku buka
 SMS di layar HPku,
Selama kakak setia sama aku, ku kan setia sama kakak
Ketika ku akan membalas SMS itu, tiba-tiba suara adzan Ashar berkumandang, ku pun segera membalas
De’, sudah dulu ya, ku mau shalat
 Ku cepat-cepat menekan tombol OK setelah pesan terkirim aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu’ dan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.                                                                 ***
            Malam penuh dengan bintang-bintang yang mencekam langit, mencakar dunia, hingga bumi terasa berada didalam buaian sabda angin, nyanyian jangkrik yang mengiringi indahnya panorama malam mengalun syahdu bersama desiran angin malam yang menuai lagu-lagu rindu dengan sajaknya. Aku pun ikut menikmati karunia tuhan yang diperlihatkan dalam keheningan malam,”ya…Tuhan sungguh besar ciptaan-Mu”,desahku.
            Ku ambil HP yang sedang dalam keadaan mencharger, ku pun meng-SMS Laila,
Hay sayang, lagi ngapain nih?
Tombol OK pun ku tekan dan alhamdulillah pesan terkirim muncul di layar HPku, beberapa detik kemudian ada balasan di HPku,
Aku lagi mikirin kamu sayang
Lagi-lagi ku tersenyum di depan layar, ku segera membalasnya,
Masa sih ade’ lagi mikirin aku
Seperti biasa ku menekan tombol OK dan kemudian pesan terkirim, tak lama kemudian dia membalasnya,
Bener kok yang, kakak sendiri lagi ngapain?
Tanpa pikir lagi ku membalasnya,
Aku lagi kangen ma ade’
OK dan pesan pun terkirim. Malam-malamku hanya di temani segenggam HP, namun bisa mengaliri rindu hati ini kepadanya. Hingga larut malam, suara bisik-bisik manusia telah lenyap dari pendengaranku, kua akhiri SMS-ku dengan kata,
Selamat tidur sayang, semoga tuhan melindungimu
Setelah pesan terkirim aku pun segera mengam bil selimut dan bantal sebagai teman setiaku dalam dunia mimpi.
                                                            ***
            Hari-hari ku lalui bersama kicauan burung yang menyuarakan indahnya pagi dengan kabut embun yang menambah sejuknya suasana pagi. Begitupun malamku di temani bentangan bulan yang mencuat senyum di kolong langit, menciptakan suasana malam yang penuh cahaya mencekam.
            Setiap malam ku hanya bisa mengirim rindu lewat layar, namun mampu mengantar rinduku. Hingga suatu hari aku ingin bertemu dengannya karena ku ingin melihat kembali senyum indah dari bibirnya yang merekah, malamnya ku segera mengirm SMS ke dia,
Sayang, besok kita bisa ketemu nggak, ku sangat rindu sama kamu
Seperti biasanya aku pun menekan tombol OK, pesan terkirim pun muncul, sambil menanti balasan darinya aku menatap langit yang bertabur bintang diantara celah-celah langit, tatapanku terhenti ketika terdengar suara HP berbunyi, segera ku ambil HPku dan melihat balasan darinya,
Aku juga sangat merindukanmu yang, dimana kita akan ketemu
Hatiku bagaikan gelembung-gelembung cinta bahagia, tanganku pun menekan tombol-tombol di HPku,
Di tempat biasa kita bertemu
Pesan terkirim, malam ini ku terasa terbang diantara ruang dan waktu  mengisi celah-celah yang terluka, HPku bergetar tanda ada balasan,
Ok, kita ketemu besok, yang sudah dulu ya aku sudah ngantuk
Langit penuh taburan bintang menandakan kedamaian hatiku saat ini, bisikan angin malam menyusup ke dalam tubuh membuatku harus hijrah menuju laiyan mimpi yang penuh kemayaan.
                                                            *** 
            Mentari silau dengan cahayanya, menusuk ruas-ruas bumi, hingga bayang-bayang ngin menemani langkahku. Pohon-pohon menari menghempas panasnya mentari menuju celah-celah langit. Ku pun melangkah di temani tarian angin menuju kediaman hati karena cahaya telah menanti kegelapan di ujung sana, ku lihat dia duduk sambil menatap bukit-bukit pohon dengan daun yang selau menyapanya,”dek”, kusapa dia dengan suara kalbuku yang menyimpan suatu kerinduan dan mengharap hadirnya keajaiban. Cahaya itu pun menoleh mengulas senyum padaku, inilah yang ku dambakan selama ini, senyum yang telah hilang bersama waktu dan diterbangkan angin samudera, kini hadir lagi untuk menghempas semua kerinduan yang telah membeku bersana sinar mentari, ku pun memeluknya, ku bagaikan terbang bersamanya dengan sayap-sayap patahku meski mentari begitu keras menyengat bumi, namun ku tak merasakan sengatan itu, hatiku terasa sejuk berada di sampingnya, pikiranku tak ingat apa-apa lagi yang ku rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan selama ini. Aku bersuara seirama kicauan burung gereja yang menapaki taman cemara,
“dek, ragukanlah jika bulan kan selalu purnama, ragukanlah jika awan kan selalu putih, ragukanlah jika kuncup kan selalu mekar,tapi...jangan kau ragukan betapa tulusnya cintaku padamu, dek pernakah kau merasakan apa yang ku rasakan saat ini?”
Cahaya itu bersajak laksana laila yang mengarungi luasnya samudera hati majnun,
“kak, jika setetes air berarti rasa cinta, maka rasa cintaku padamu adalah hujan yang mengakibatkan banjir”.
                                                            ***
            Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, besok adalah hari minggu, hari terakhir aku liburan dan aku harus kembali lagi ke penjara suci, lagi-lagi ku harus meninggalkan dia  membuat kisah yang tertinggal dalam kenangan. Malam-malam mengisahkan sunyi dalam buaian kasih hingga hening malam mencurahkan angin rindu, malam ini ku kirim kisah hati padanya lewat SMS,
Dek, malam ini adalah malam perpisahan kita, apakah adek bisa menunggu karena aku akan lama bersinggasana di penjara suci
Tombol OK pun ku tekan dan pesan terkirim lahir di HPku. Balasan pun tiba,
Kak, aku sangat sedih jika harus berpisah denganmu lagi, tapi aku akan berusaha tuk ngertiin kamu
Tak terasa butir-butir mataku berlinang di mata,
Terima kasih ya dek, ternyata kamu bisa ngertiian aku, aku akan selalu setia sama kamu
Tanganku terasa berat untuk menekan tombol OK, ku coba dengan hati bersabar, OK dan pesan terkirim. Cahaya malam begitu redup, apak ah ini kisah hatiku saat ini yang begitu mengharap dirinya selalu di sampingku, HPku berbunyi, ku buka balasan itu,
Kak, apakah kamu nggak bosan sama aku
Ku coba tersenyum walau hatiku gundah,
Ya nggak lah dek, di pondok aku mau selingkuh sama siapa
Sambil menekan tombol OK ku tatap cahaya bintang jatuh yang mengharap awan akan menangkapnya, ku berdo’a semoga tuhan menakdirkan dia untukku. Malam semakin gelap membuat bintang-bintang yang bertaburan semakin tersenyum, namun malamku kini adalah malam yang tak ku harapkan, karena malam ini adalah malam terakhir aliran rindu yang bersemayam dalam telaga.
                                                            ***
            Sebelum berangkat ke penjara suci aku sempatkan untuk meng-SMS dia,
Dek, kamu bisa nggak nganterin aku ke pelabuhan
Seperti biasa ku menekan tombol OK, tak lama kemudian HPku berbunyi ada pesan masuk,
Bisa kok, kamu sekarang lagi di mana
Segera ku tekan keypad,
Masih di rumah bentar lagi berangkat
OK dan pesan terkirim, aku pun berangkat kepelabuhan. Sampai di sana kulihat dia duduk di kursi tunggu, “dek”, suaraku mengalun kalbu yang teriris mata pisau senja, dia pun melihat kearahku sambil tersenyum, namun tersimpan rasa perih di balik senyuman itu,
“sudah mau berangkat, hati-hati ya kak”, kerelaannya menyembunyikan hati yang mengumbar air mata, ku segera memeluknya,
“dek, aku tak ingin berpisah sama kamu”,kataku,
“tapi kak, ini demi masa depan kamu”,
“kamu juga masa depanku dek”,
“kak, apakah kita akan bersama selamanya”,
“jika kita saling setia”,
“jangan permainkan perasaanku ya kak”,
“nggak dek, aku kan setia sama adek”. Awak kapal berteriak bahwa kapal akan berangkat,
“dek, selamat tinggal jaga dirimu baik-baik”,
“hati-hati ya kak”. Tak terasa air mataku membanjiri wajahku, begitupun kekasihku, ku pun berjalan menaiki kapal yang akan mengantarku, dia melambaikan tangannya. Desiran angin meneami kepergianku, ku rela meski harus tanpamu, tapi hatiku tak rela bila berpisah denganmu, maafkan aku dek, bukan maksudku tuk meninggalkanmu, tapi seperti katamu ini demi masa depanku dan cinta adalah target dari masa depanku, karena aku tak ingin mencintai untuk masa depan yang suram. Selamat tinggal dek.

                                                Annuqayah Latee, 2011

Cerpen


ALIRAN TELAGA RINDU
            Liburan pesantren yang kunantikan telah tiba, pulau Gili yang ku impikan telah tampak didepan mata, aku merasa berada di antara belantara angin kebahagiaan, ku pun harus lintasi lautan yang terbentang di bawah langit dengan ikan-ikan yang selalu setia menemaninya, ku tatap laut yang penuh kedamaian dan cinta, menggambarkan suasana hatiku saat ini, langit menatapku penuh senyum saat ku pandang wajah pulau yang penuh tetumbuhan hijau yang menyelimuti sejuknya pulau itu.
             Aku duduk di emperan rumah setelah menyalami orang tua, tetangga dan guru-guruku, pikiranku melayang entah apa yang ku pikirkan sekarang, tiba-tiba ku ingat Laila kekasihku, ah mengapa ku baru ingat sekarang padahal dari pondok ku pengen banget ketemu dia, aku segera mengambil HP di kamarku dan segera mengirim SMS kepadanya,
De’ masih ingatkah sama aku, ku sangat merindukan ade’
Ku tekan tombol OK dan pesan pun terkirim, beberapa saat kemudian HPku berbunyi tanda ada pesan balasan dari kekasihku,
Ku tak akan pernah lupa sama kakak, ku juga sangat merindukan kakak
Alhamdulillah, ternyata kekasih yang sangat aku cintai tidak berpaling dari aku, ku tekan tombol keypad untuk membalasnya,
Syukurlah, ku kira sudah lupa ma aku, de’ gimana kabar kamu?
Kutekan lagi tombol OK, pesan pun terkirim, ku tinggalkan HPku sebentar untuk membeli minuman di warung depan rumahku, setelah ku kembali ternyata HPku muncul tulisan 1 pesan diterima, ku buka SMS itu,
Alhamdulillah kabarku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Kakak nggak selingkuh kan?
Ku tersenyum-senyum di depan layar HP, ku pun membalasnya,
Ku juga baik-baik saja, ya nggak lah dek di pesantren mau selingkuh sama siapa, ade’ sendiri nggak kan?
Tombol OK pun kutekan, pesan terkirim, ku teguk minuman yang ada di sampingku, huh..lega rasanya tenggorokanku, lagi-lagi HPku berbunyi tanda pesan, segera ku buka
 SMS di layar HPku,
Selama kakak setia sama aku, ku kan setia sama kakak
Ketika ku akan membalas SMS itu, tiba-tiba suara adzan Ashar berkumandang, ku pun segera membalas
De’, sudah dulu ya, ku mau shalat
 Ku cepat-cepat menekan tombol OK setelah pesan terkirim aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu’ dan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.                                                                 ***
            Malam penuh dengan bintang-bintang yang mencekam langit, mencakar dunia, hingga bumi terasa berada didalam buaian sabda angin, nyanyian jangkrik yang mengiringi indahnya panorama malam mengalun syahdu bersama desiran angin malam yang menuai lagu-lagu rindu dengan sajaknya. Aku pun ikut menikmati karunia tuhan yang diperlihatkan dalam keheningan malam,”ya…Tuhan sungguh besar ciptaan-Mu”,desahku.
            Ku ambil HP yang sedang dalam keadaan mencharger, ku pun meng-SMS Laila,
Hay sayang, lagi ngapain nih?
Tombol OK pun ku tekan dan alhamdulillah pesan terkirim muncul di layar HPku, beberapa detik kemudian ada balasan di HPku,
Aku lagi mikirin kamu sayang
Lagi-lagi ku tersenyum di depan layar, ku segera membalasnya,
Masa sih ade’ lagi mikirin aku
Seperti biasa ku menekan tombol OK dan kemudian pesan terkirim, tak lama kemudian dia membalasnya,
Bener kok yang, kakak sendiri lagi ngapain?
Tanpa pikir lagi ku membalasnya,
Aku lagi kangen ma ade’
OK dan pesan pun terkirim. Malam-malamku hanya di temani segenggam HP, namun bisa mengaliri rindu hati ini kepadanya. Hingga larut malam, suara bisik-bisik manusia telah lenyap dari pendengaranku, kua akhiri SMS-ku dengan kata,
Selamat tidur sayang, semoga tuhan melindungimu
Setelah pesan terkirim aku pun segera mengam bil selimut dan bantal sebagai teman setiaku dalam dunia mimpi.
                                                            ***
            Hari-hari ku lalui bersama kicauan burung yang menyuarakan indahnya pagi dengan kabut embun yang menambah sejuknya suasana pagi. Begitupun malamku di temani bentangan bulan yang mencuat senyum di kolong langit, menciptakan suasana malam yang penuh cahaya mencekam.
            Setiap malam ku hanya bisa mengirim rindu lewat layar, namun mampu mengantar rinduku. Hingga suatu hari aku ingin bertemu dengannya karena ku ingin melihat kembali senyum indah dari bibirnya yang merekah, malamnya ku segera mengirm SMS ke dia,
Sayang, besok kita bisa ketemu nggak, ku sangat rindu sama kamu
Seperti biasanya aku pun menekan tombol OK, pesan terkirim pun muncul, sambil menanti balasan darinya aku menatap langit yang bertabur bintang diantara celah-celah langit, tatapanku terhenti ketika terdengar suara HP berbunyi, segera ku ambil HPku dan melihat balasan darinya,
Aku juga sangat merindukanmu yang, dimana kita akan ketemu
Hatiku bagaikan gelembung-gelembung cinta bahagia, tanganku pun menekan tombol-tombol di HPku,
Di tempat biasa kita bertemu
Pesan terkirim, malam ini ku terasa terbang diantara ruang dan waktu  mengisi celah-celah yang terluka, HPku bergetar tanda ada balasan,
Ok, kita ketemu besok, yang sudah dulu ya aku sudah ngantuk
Langit penuh taburan bintang menandakan kedamaian hatiku saat ini, bisikan angin malam menyusup ke dalam tubuh membuatku harus hijrah menuju laiyan mimpi yang penuh kemayaan.
                                                            *** 
            Mentari silau dengan cahayanya, menusuk ruas-ruas bumi, hingga bayang-bayang ngin menemani langkahku. Pohon-pohon menari menghempas panasnya mentari menuju celah-celah langit. Ku pun melangkah di temani tarian angin menuju kediaman hati karena cahaya telah menanti kegelapan di ujung sana, ku lihat dia duduk sambil menatap bukit-bukit pohon dengan daun yang selau menyapanya,”dek”, kusapa dia dengan suara kalbuku yang menyimpan suatu kerinduan dan mengharap hadirnya keajaiban. Cahaya itu pun menoleh mengulas senyum padaku, inilah yang ku dambakan selama ini, senyum yang telah hilang bersama waktu dan diterbangkan angin samudera, kini hadir lagi untuk menghempas semua kerinduan yang telah membeku bersana sinar mentari, ku pun memeluknya, ku bagaikan terbang bersamanya dengan sayap-sayap patahku meski mentari begitu keras menyengat bumi, namun ku tak merasakan sengatan itu, hatiku terasa sejuk berada di sampingnya, pikiranku tak ingat apa-apa lagi yang ku rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan selama ini. Aku bersuara seirama kicauan burung gereja yang menapaki taman cemara,
“dek, ragukanlah jika bulan kan selalu purnama, ragukanlah jika awan kan selalu putih, ragukanlah jika kuncup kan selalu mekar,tapi...jangan kau ragukan betapa tulusnya cintaku padamu, dek pernakah kau merasakan apa yang ku rasakan saat ini?”
Cahaya itu bersajak laksana laila yang mengarungi luasnya samudera hati majnun,
“kak, jika setetes air berarti rasa cinta, maka rasa cintaku padamu adalah hujan yang mengakibatkan banjir”.
                                                            ***
            Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, besok adalah hari minggu, hari terakhir aku liburan dan aku harus kembali lagi ke penjara suci, lagi-lagi ku harus meninggalkan dia  membuat kisah yang tertinggal dalam kenangan. Malam-malam mengisahkan sunyi dalam buaian kasih hingga hening malam mencurahkan angin rindu, malam ini ku kirim kisah hati padanya lewat SMS,
Dek, malam ini adalah malam perpisahan kita, apakah adek bisa menunggu karena aku akan lama bersinggasana di penjara suci
Tombol OK pun ku tekan dan pesan terkirim lahir di HPku. Balasan pun tiba,
Kak, aku sangat sedih jika harus berpisah denganmu lagi, tapi aku akan berusaha tuk ngertiin kamu
Tak terasa butir-butir mataku berlinang di mata,
Terima kasih ya dek, ternyata kamu bisa ngertiian aku, aku akan selalu setia sama kamu
Tanganku terasa berat untuk menekan tombol OK, ku coba dengan hati bersabar, OK dan pesan terkirim. Cahaya malam begitu redup, apak ah ini kisah hatiku saat ini yang begitu mengharap dirinya selalu di sampingku, HPku berbunyi, ku buka balasan itu,
Kak, apakah kamu nggak bosan sama aku
Ku coba tersenyum walau hatiku gundah,
Ya nggak lah dek, di pondok aku mau selingkuh sama siapa
Sambil menekan tombol OK ku tatap cahaya bintang jatuh yang mengharap awan akan menangkapnya, ku berdo’a semoga tuhan menakdirkan dia untukku. Malam semakin gelap membuat bintang-bintang yang bertaburan semakin tersenyum, namun malamku kini adalah malam yang tak ku harapkan, karena malam ini adalah malam terakhir aliran rindu yang bersemayam dalam telaga.
                                                            ***
            Sebelum berangkat ke penjara suci aku sempatkan untuk meng-SMS dia,
Dek, kamu bisa nggak nganterin aku ke pelabuhan
Seperti biasa ku menekan tombol OK, tak lama kemudian HPku berbunyi ada pesan masuk,
Bisa kok, kamu sekarang lagi di mana
Segera ku tekan keypad,
Masih di rumah bentar lagi berangkat
OK dan pesan terkirim, aku pun berangkat kepelabuhan. Sampai di sana kulihat dia duduk di kursi tunggu, “dek”, suaraku mengalun kalbu yang teriris mata pisau senja, dia pun melihat kearahku sambil tersenyum, namun tersimpan rasa perih di balik senyuman itu,
“sudah mau berangkat, hati-hati ya kak”, kerelaannya menyembunyikan hati yang mengumbar air mata, ku segera memeluknya,
“dek, aku tak ingin berpisah sama kamu”,kataku,
“tapi kak, ini demi masa depan kamu”,
“kamu juga masa depanku dek”,
“kak, apakah kita akan bersama selamanya”,
“jika kita saling setia”,
“jangan permainkan perasaanku ya kak”,
“nggak dek, aku kan setia sama adek”. Awak kapal berteriak bahwa kapal akan berangkat,
“dek, selamat tinggal jaga dirimu baik-baik”,
“hati-hati ya kak”. Tak terasa air mataku membanjiri wajahku, begitupun kekasihku, ku pun berjalan menaiki kapal yang akan mengantarku, dia melambaikan tangannya. Desiran angin meneami kepergianku, ku rela meski harus tanpamu, tapi hatiku tak rela bila berpisah denganmu, maafkan aku dek, bukan maksudku tuk meninggalkanmu, tapi seperti katamu ini demi masa depanku dan cinta adalah target dari masa depanku, karena aku tak ingin mencintai untuk masa depan yang suram. Selamat tinggal dek.

                                                Annuqayah Latee, 2011

Cerpen


ALIRAN TELAGA RINDU
            Liburan pesantren yang kunantikan telah tiba, pulau Gili yang ku impikan telah tampak didepan mata, aku merasa berada di antara belantara angin kebahagiaan, ku pun harus lintasi lautan yang terbentang di bawah langit dengan ikan-ikan yang selalu setia menemaninya, ku tatap laut yang penuh kedamaian dan cinta, menggambarkan suasana hatiku saat ini, langit menatapku penuh senyum saat ku pandang wajah pulau yang penuh tetumbuhan hijau yang menyelimuti sejuknya pulau itu.
             Aku duduk di emperan rumah setelah menyalami orang tua, tetangga dan guru-guruku, pikiranku melayang entah apa yang ku pikirkan sekarang, tiba-tiba ku ingat Laila kekasihku, ah mengapa ku baru ingat sekarang padahal dari pondok ku pengen banget ketemu dia, aku segera mengambil HP di kamarku dan segera mengirim SMS kepadanya,
De’ masih ingatkah sama aku, ku sangat merindukan ade’
Ku tekan tombol OK dan pesan pun terkirim, beberapa saat kemudian HPku berbunyi tanda ada pesan balasan dari kekasihku,
Ku tak akan pernah lupa sama kakak, ku juga sangat merindukan kakak
Alhamdulillah, ternyata kekasih yang sangat aku cintai tidak berpaling dari aku, ku tekan tombol keypad untuk membalasnya,
Syukurlah, ku kira sudah lupa ma aku, de’ gimana kabar kamu?
Kutekan lagi tombol OK, pesan pun terkirim, ku tinggalkan HPku sebentar untuk membeli minuman di warung depan rumahku, setelah ku kembali ternyata HPku muncul tulisan 1 pesan diterima, ku buka SMS itu,
Alhamdulillah kabarku baik kak, kakak sendiri bagaimana? Kakak nggak selingkuh kan?
Ku tersenyum-senyum di depan layar HP, ku pun membalasnya,
Ku juga baik-baik saja, ya nggak lah dek di pesantren mau selingkuh sama siapa, ade’ sendiri nggak kan?
Tombol OK pun kutekan, pesan terkirim, ku teguk minuman yang ada di sampingku, huh..lega rasanya tenggorokanku, lagi-lagi HPku berbunyi tanda pesan, segera ku buka
 SMS di layar HPku,
Selama kakak setia sama aku, ku kan setia sama kakak
Ketika ku akan membalas SMS itu, tiba-tiba suara adzan Ashar berkumandang, ku pun segera membalas
De’, sudah dulu ya, ku mau shalat
 Ku cepat-cepat menekan tombol OK setelah pesan terkirim aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu’ dan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah.                                                                 ***
            Malam penuh dengan bintang-bintang yang mencekam langit, mencakar dunia, hingga bumi terasa berada didalam buaian sabda angin, nyanyian jangkrik yang mengiringi indahnya panorama malam mengalun syahdu bersama desiran angin malam yang menuai lagu-lagu rindu dengan sajaknya. Aku pun ikut menikmati karunia tuhan yang diperlihatkan dalam keheningan malam,”ya…Tuhan sungguh besar ciptaan-Mu”,desahku.
            Ku ambil HP yang sedang dalam keadaan mencharger, ku pun meng-SMS Laila,
Hay sayang, lagi ngapain nih?
Tombol OK pun ku tekan dan alhamdulillah pesan terkirim muncul di layar HPku, beberapa detik kemudian ada balasan di HPku,
Aku lagi mikirin kamu sayang
Lagi-lagi ku tersenyum di depan layar, ku segera membalasnya,
Masa sih ade’ lagi mikirin aku
Seperti biasa ku menekan tombol OK dan kemudian pesan terkirim, tak lama kemudian dia membalasnya,
Bener kok yang, kakak sendiri lagi ngapain?
Tanpa pikir lagi ku membalasnya,
Aku lagi kangen ma ade’
OK dan pesan pun terkirim. Malam-malamku hanya di temani segenggam HP, namun bisa mengaliri rindu hati ini kepadanya. Hingga larut malam, suara bisik-bisik manusia telah lenyap dari pendengaranku, kua akhiri SMS-ku dengan kata,
Selamat tidur sayang, semoga tuhan melindungimu
Setelah pesan terkirim aku pun segera mengam bil selimut dan bantal sebagai teman setiaku dalam dunia mimpi.
                                                            ***
            Hari-hari ku lalui bersama kicauan burung yang menyuarakan indahnya pagi dengan kabut embun yang menambah sejuknya suasana pagi. Begitupun malamku di temani bentangan bulan yang mencuat senyum di kolong langit, menciptakan suasana malam yang penuh cahaya mencekam.
            Setiap malam ku hanya bisa mengirim rindu lewat layar, namun mampu mengantar rinduku. Hingga suatu hari aku ingin bertemu dengannya karena ku ingin melihat kembali senyum indah dari bibirnya yang merekah, malamnya ku segera mengirm SMS ke dia,
Sayang, besok kita bisa ketemu nggak, ku sangat rindu sama kamu
Seperti biasanya aku pun menekan tombol OK, pesan terkirim pun muncul, sambil menanti balasan darinya aku menatap langit yang bertabur bintang diantara celah-celah langit, tatapanku terhenti ketika terdengar suara HP berbunyi, segera ku ambil HPku dan melihat balasan darinya,
Aku juga sangat merindukanmu yang, dimana kita akan ketemu
Hatiku bagaikan gelembung-gelembung cinta bahagia, tanganku pun menekan tombol-tombol di HPku,
Di tempat biasa kita bertemu
Pesan terkirim, malam ini ku terasa terbang diantara ruang dan waktu  mengisi celah-celah yang terluka, HPku bergetar tanda ada balasan,
Ok, kita ketemu besok, yang sudah dulu ya aku sudah ngantuk
Langit penuh taburan bintang menandakan kedamaian hatiku saat ini, bisikan angin malam menyusup ke dalam tubuh membuatku harus hijrah menuju laiyan mimpi yang penuh kemayaan.
                                                            *** 
            Mentari silau dengan cahayanya, menusuk ruas-ruas bumi, hingga bayang-bayang ngin menemani langkahku. Pohon-pohon menari menghempas panasnya mentari menuju celah-celah langit. Ku pun melangkah di temani tarian angin menuju kediaman hati karena cahaya telah menanti kegelapan di ujung sana, ku lihat dia duduk sambil menatap bukit-bukit pohon dengan daun yang selau menyapanya,”dek”, kusapa dia dengan suara kalbuku yang menyimpan suatu kerinduan dan mengharap hadirnya keajaiban. Cahaya itu pun menoleh mengulas senyum padaku, inilah yang ku dambakan selama ini, senyum yang telah hilang bersama waktu dan diterbangkan angin samudera, kini hadir lagi untuk menghempas semua kerinduan yang telah membeku bersana sinar mentari, ku pun memeluknya, ku bagaikan terbang bersamanya dengan sayap-sayap patahku meski mentari begitu keras menyengat bumi, namun ku tak merasakan sengatan itu, hatiku terasa sejuk berada di sampingnya, pikiranku tak ingat apa-apa lagi yang ku rasakan saat ini adalah kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan selama ini. Aku bersuara seirama kicauan burung gereja yang menapaki taman cemara,
“dek, ragukanlah jika bulan kan selalu purnama, ragukanlah jika awan kan selalu putih, ragukanlah jika kuncup kan selalu mekar,tapi...jangan kau ragukan betapa tulusnya cintaku padamu, dek pernakah kau merasakan apa yang ku rasakan saat ini?”
Cahaya itu bersajak laksana laila yang mengarungi luasnya samudera hati majnun,
“kak, jika setetes air berarti rasa cinta, maka rasa cintaku padamu adalah hujan yang mengakibatkan banjir”.
                                                            ***
            Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, besok adalah hari minggu, hari terakhir aku liburan dan aku harus kembali lagi ke penjara suci, lagi-lagi ku harus meninggalkan dia  membuat kisah yang tertinggal dalam kenangan. Malam-malam mengisahkan sunyi dalam buaian kasih hingga hening malam mencurahkan angin rindu, malam ini ku kirim kisah hati padanya lewat SMS,
Dek, malam ini adalah malam perpisahan kita, apakah adek bisa menunggu karena aku akan lama bersinggasana di penjara suci
Tombol OK pun ku tekan dan pesan terkirim lahir di HPku. Balasan pun tiba,
Kak, aku sangat sedih jika harus berpisah denganmu lagi, tapi aku akan berusaha tuk ngertiin kamu
Tak terasa butir-butir mataku berlinang di mata,
Terima kasih ya dek, ternyata kamu bisa ngertiian aku, aku akan selalu setia sama kamu
Tanganku terasa berat untuk menekan tombol OK, ku coba dengan hati bersabar, OK dan pesan terkirim. Cahaya malam begitu redup, apak ah ini kisah hatiku saat ini yang begitu mengharap dirinya selalu di sampingku, HPku berbunyi, ku buka balasan itu,
Kak, apakah kamu nggak bosan sama aku
Ku coba tersenyum walau hatiku gundah,
Ya nggak lah dek, di pondok aku mau selingkuh sama siapa
Sambil menekan tombol OK ku tatap cahaya bintang jatuh yang mengharap awan akan menangkapnya, ku berdo’a semoga tuhan menakdirkan dia untukku. Malam semakin gelap membuat bintang-bintang yang bertaburan semakin tersenyum, namun malamku kini adalah malam yang tak ku harapkan, karena malam ini adalah malam terakhir aliran rindu yang bersemayam dalam telaga.
                                                            ***
            Sebelum berangkat ke penjara suci aku sempatkan untuk meng-SMS dia,
Dek, kamu bisa nggak nganterin aku ke pelabuhan
Seperti biasa ku menekan tombol OK, tak lama kemudian HPku berbunyi ada pesan masuk,
Bisa kok, kamu sekarang lagi di mana
Segera ku tekan keypad,
Masih di rumah bentar lagi berangkat
OK dan pesan terkirim, aku pun berangkat kepelabuhan. Sampai di sana kulihat dia duduk di kursi tunggu, “dek”, suaraku mengalun kalbu yang teriris mata pisau senja, dia pun melihat kearahku sambil tersenyum, namun tersimpan rasa perih di balik senyuman itu,
“sudah mau berangkat, hati-hati ya kak”, kerelaannya menyembunyikan hati yang mengumbar air mata, ku segera memeluknya,
“dek, aku tak ingin berpisah sama kamu”,kataku,
“tapi kak, ini demi masa depan kamu”,
“kamu juga masa depanku dek”,
“kak, apakah kita akan bersama selamanya”,
“jika kita saling setia”,
“jangan permainkan perasaanku ya kak”,
“nggak dek, aku kan setia sama adek”. Awak kapal berteriak bahwa kapal akan berangkat,
“dek, selamat tinggal jaga dirimu baik-baik”,
“hati-hati ya kak”. Tak terasa air mataku membanjiri wajahku, begitupun kekasihku, ku pun berjalan menaiki kapal yang akan mengantarku, dia melambaikan tangannya. Desiran angin meneami kepergianku, ku rela meski harus tanpamu, tapi hatiku tak rela bila berpisah denganmu, maafkan aku dek, bukan maksudku tuk meninggalkanmu, tapi seperti katamu ini demi masa depanku dan cinta adalah target dari masa depanku, karena aku tak ingin mencintai untuk masa depan yang suram. Selamat tinggal dek.

                                                Annuqayah Latee, 2011